10 March 2020, 15:23 WIB

Mongolia Isolasi Kota-Kota Pascakasus Pertama Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

Mongolia pada Selasa (10/3) melarang siapa pun memasuki atau meninggalkan kota-kotanya selama enam hari setelah negara itu melaporkan kasus virus korona pertamanya.

Mongolia telah menutup perbatasannya dengan negara tetangga Tiongkok dan melarang penerbangan dari Korea Selatan dalam upaya untuk menahan penyebaran virus korona.

"Ibu Kota Ulaanbaatar dan semua pusat provinsi dikarantina hingga 16 Maret untuk mencegah wabah itu," kata Wakil Perdana Menteri Enkhtuvshin Ulziisaikhan pada konferensi pers, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (10/3).

Baca Juga: Pemerintah Tiongkok Berencana Bunuh 20 Ribu Korban Korona: Hoaks

Adanya langkah tersebut, kata dia, berarti orang tidak diizinkan masuk atau meninggalkan ibu kota atau kota pedesaan selama hampir seminggu.

Mongolia adalah negara terbaru yang memberlakukan tindakan keras untuk mengatasi epidemi tersebut.

''Dalam kasus pertama Mongolia, warga negara Prancis tiba pada 2 Maret dengan penerbangan dari Moskow,'' kata Menteri Kesehatan Davaajantsangiin Sarangerel.

Baca Juga: Akibat Korona, Italia Lakukan Karantina Secara Nasional

Pria itu, yang bekerja untuk anak perusahaan nuklir Prancis, Orano, seharusnya tetap dikarantina di hotelnya selama 14 hari tetapi dia mengabaikan aturan itu.

Dia juga mengunjungi proyek penambangan uranium di Provinsi Dornogobi. Orano memiliki anak perusahaan di Mongolia yang disebut Badrakh Energy, yang menambang uranium di negara yang luas itu. (Channel News Asia/Nur/OL-10)

BERITA TERKAIT