10 March 2020, 14:29 WIB

Temui Jokowi, Raja Belanda Minta Maaf Terkait Kekerasan Perang


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

RAJA Belanda Willem-Alexander mengatakan, negaranya menghormati kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia. Willem-Alexander juga menyampaikan permintaan maaf atas kekerasan eksesif Belanda di masa perang setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945.

"Pemerintah Belanda secara eksplisit telah mengakui (Proklamasi 1945) secara politik dan moral sejak 15 tahun lalu. Hari ini kami menyampaikan selamat untuk rakyat Indonesia yang memperingati hari kemerdekaan ke-75 tahun," kata Raja Willem dalam kunjungan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).

Baca juga: Jokowi Terima Kunjungan Raja Willem dan Ratu Maxima

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo menerima keris milik pahlawan nasional Pangeran Diponegoro dari Kerajaan Belanda. Penyerahan keris dilakukan secara simbolik dalam kunjungan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Keris Pangeran Diponegoro itu dipajang di Istana Bogor saat Jokowi menerima Raja dan Ratu Belanda. Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan Raja serta Ratu Belanda sempat berfoto bersama keris Pangeran Diponegoro tersebut.

Keris berwarna coklat pada gagangnya dan warna emas pada sarungnya itu sempat dinyatakan hilang namun akhirnya berhasil diidentifikasi melalui penelitian panjang yang dilakukan Museum Volkenkunde Leiden.

Sebelumnya, keris itu didapatkan Pemerintah Belanda saat penangkapan Pangeran Diponegoro setelah perang antara 1825-1830. Keris Pangeran Diponegoro itu diberikan untuk hadiah kepada Raja Willem I pada 1831.

Baca juga:PM Jepang Nilai RUU Keadaan Darurat Penting untuk Hadapi Covid-19

Keris itu kini secara simbolis resmi diterima pemerintah Indonesia setelah sebelummya diserahkan melalui Duta Besar Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja pada 3 Maret lalu.

Selain mengunjungi Istana Bogor, Raja Willem dan Ratu Maxima juga sempat mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Keduanya turut menaruh karangan bunga di depan tugu monumen TMP Kalibata dan melakukan penghormatan mengheningkan cipta diiringi lagu Gugur Bunga.

Adapun kunjungan kenegaraan Kerajaan Belanda ke Indonesia terakhir terjadi pada 1995. Kala itu, Ratu Beatrix mengunjungi Indonesia bersama Willem-Alexander yang mendampingi sebagai Putra Mahkota. (Dhk/A-3)

BERITA TERKAIT