10 March 2020, 13:32 WIB

Gregoria Targetkan Masuk 8 Besar All England


Akmal Fauzi | Olahraga

TUNGGAL putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung menargetkan masuk delapan besar dalam kejuaraan bulu tangkis All England. Target itu dilihat dari lawan-lawan yang akan dihadapinya.

Di babak pertama, Gregoria akan berhadapan dengan Yeo Jia Min asal Singapura. Secara head to head, Gregoria unggul 2-0. Pertemuan terakhir mereka terjadi lima tahun lalu di beregu campuran pada ajang World Junior Championships 2015.

“Drawnya saat ini bisa dibilang saya lebih ada kesempatan dibanding draw pertandingan sebelumnya, apalagi untuk level 500 ke atas. Bisa dibilang kali ini lebih besar kesempatannya. Tapi saya harus ingat bahwa semua lawan sama-sama bagus. Saya nggak mau memikirkan lawan rangkingnya ada di bawah saya, tapi lebih bagaimana cara saya untuk menghadapi dia di lapangan. Karena dia juga bagus dan pernah mengalahkan pemain-pemain yang belum pernah saya kalahkan sebelumnya. Yang pasti harus siap di lapangan,” ungkap Gregoria dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Gregoria berharap di All England 2020 ini, bisa tampil lebih baik. Meski, jika dia berhasil lolos ke babak dua, dia akan langsung berhadapan dengan Tai Tzu Ying dari Taiwan.

Baca juga: Persaingan Tetap Ketat walau Momota Absen

Dengan Tai, Gregoria belum berhasil menang setelah lima kali berhadapan. Pertemuan terakhir mereka terjadi di babak dua Tiongkok Terbuka 2019.

“Kalau target yang benar-benar saya inginkan adalah masuk delapan besar. Tapi kalau saya lolos babak pertama, di babak kedua sudah ketemu Tai Tzu Ying, jadi pengennya fokus ke performa setiap matchnya saja. Ingin main bagus dan main lepas,” kata Gregoria.

Tahun ini, Gregoria masih belum bisa melangkah cukup jauh pada pertandingan yang diikutinya.

Pada Malaysia Masters dan Daihatsu Indonesia Masters 2020, dia terhadang di babak pertama oleh Ratchanok Intanon dari Thailand dan Akane Yamaguchi dari Jepang. Terakhir di Thailand Masters 2020, Gregoria juga di kalahkan Yamaguchi di babak perempat final.

Lebih jauh ke belakang, di 2019 Gregoria juga kerap terhenti di babak-babak awal dari pemain papan atas dunia. Gregoria menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang turun di turnamen ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT