10 March 2020, 11:56 WIB

Tarif Naik, Aplikator Ojol Janji Tingkatkan Layanan


Hilda Julaika | Ekonomi

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) sudah mengumumkan kenaikan tarif ojek online (ojol) di daerah Jabodetabek sebesar Rp250/km. Menanggapi ini, para aplikator ojol yakni, Grab dan Gojek, akan meningkatkan pelayanan bagi penumpang.

Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho, mengatakan Gojek akan mematuhi peraturan yang dikeluarkan Kemenhub. Tentunya dengan berupaya untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna atau konsumen.

Salah satunya dengan meningkatkan keamanan bagi penumpang. Melalui fitur-fitur keamanan di aplikasi Gojek seperti, bagikan perjalanan dan tombol darurat.

"Selain itu juga dengan masukan yang disampaikan, untuk perlindungan konsumen dan asuransi saat ini kami bekerja sama dengan Jasa Raharja. Kalau trip dengan Gojek dicover Jasa Raharja," jelasnya.

Baca juga: Resmi, Per 16 Maret, Tarif Ojol Naik Rp250/Km

Sejalan, perusahaan transportasi online Grab pun akan menerapkan peraturan Kemenhub ini.

Grab berharap dengan adanya kenaikan tarif ojol di Jabodetabek bisa meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan kelangsungan industri transportasi online ini.

"Kami menghormati Pak Dirjen Hubdar untuk yang sudah ditetapkan pemerintah. Kami akan beradaptasi dalam skema baru. Untuk tarif ini akan dikomunikasikan. Kami berharap bisa meningkatkan kesejahteraan dan untuk kelangsungan industri," kata Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Annreiano.

Ke depannya, Grab berkomitmen meningkatkan pelayanan keamanan bagi konsumen. Tri menyebut Grab akan menghadirkan fitur telepon secara gratis (free call) dan identifikasi wajah untuk penumpang.

"Ke depan ada free call dan identifikasi wajah penumpang. Asuransi seluruhnya di-cover dengan asuransi," imbuhnya.

Adapun kenaikan tarif ojol di zona II (Jabodetabek) ini akan mulai berlaku pada 16 Maret 2020 ini.

Adapun pertimbangan kenaikan ini berdasarkan perkembangan ekonomi di kawasan Jakarta dan sekitarnya yang dinilai berkembang cepat. Sementara itu, evaluasi tarif ojol akan dilakukan setiap satu tahun sekali. (OL-1)

BERITA TERKAIT