10 March 2020, 11:48 WIB

Presiden Brasil Sebut Ancaman Covid-19 Terlalu Dilebih-lebihkan


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro, Senin (9/3), mengecilkan ancaman virus corona baru--yang telah menewaskan 4.009 orang di lebih dari 60 negara dan memukul pasar keuangan global. Ia menyebut kekuatan destruktif virus ini telah ‘dilebih-lebihkan’.

"Jatuhnya market dunia pada dasarnya ada hubungannya dengan harga minyak, yang terperosok 30%, dan dengan masalah virus korona juga," kata Bolsonaro, presiden sayap kanan, kepada kerumunan sekitar 200 pendukung Brasil di Miami, AS, tempat ia kunjungi dalam upaya untuk menghidupkan investasi asing.

"Menurut pendapat saya, kekuatan destruktif virus itu dilebih-lebihkan. Mungkin bahkan berpotensi dilebih-lebihkan karena alasan politik," kata Bolsonaro.

Bursa Sao Paulo anjlok lebih dari 12% pada Senin (9/3), penurunan terbesar sejak 1998, dan saham raksasa minyak Brasil yang dikendalikan negara, Petrobras, turun lebih dari 31%, karena investor dunia panik menghadapi penyebaran virus korona baru dan harga minyak jatuh.

Bolsonaro berkeliling Florida untuk meningkatkan kepercayaan investor pada Brasil, ekonomi terbesar Amerika Latin.

Sementara itu, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (9/3), mengatakan ancaman pandemi virus korona telah menjadi sangat nyata, ketika kasus-kasus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Brasil. (AFP/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT