10 March 2020, 11:33 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping Kunjungi Kota Wuhan


Deri Dahuri | Internasional

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan ke Wuhan, Provinsi Hubei, yang dikenal episenter dari wabah virus koromna, Selasa (10/3). Pada saat bersama, kasus infeksi baru di Daratan Tiongkok mengalami penurunan dan tercatat hanya 19 kasus infeksi Covid-19. 

Surat kabar miliki Partai Komunis Tiongkok, People's Daily melaporkan Xi melakukan kunjungan ke Wuhan, kota yang sempat ditutup dan diisolasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam kunjungan ke Wuhan, Xi mengamati upaya pencegahan dan pengendalian dalam penanganan wabah virus korona di Wuhan. Ia juga bertemu dengan para petugas medis, komandan militer, pekerja publik, petugas keamanan, pasien, dan warga setempat.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan tercatat hanya 17 kasus infeksi Covid-19 baru. Sementara di Beijing dan timur Guangdong dilaporkan dua kasus baru. Pejabat kesehatan setempat mengatakan penularan yang terjadi di Beijing justru berasal dari negara lain yakni Inggris.

Sementara itu, kasus di Guangdong berhubungan dengan pelajar Tiongkok yang naik pesawat Cathay Pacific dengan  nomor penerbangan CX320 dari Spanyol menuju Hong Kong untuk transit pada 8 Maret 2020. Pelajar terbang dari Spanyol menuju Guangdong.  

Namun kini masih ada tambahan 17 korban meninggal akibat Covid-19 di Provinsi Hubei. Dengan penambahan tersebut, korban meninggal akibat virus korona di seluruh Tiongkok menjadi 3.136 orang. Sementara itu, total kasus infeksi di 'Negeri Tirai Bambu' menjadi 80.754 kasus.  

 

Masyarakat Hubei siap kembali bekerja

Pejabat di Hubei tengah mempersiapkan untuk kembali melakukan aktivitas bisnis secara normal. Ketua Partai Komunis setempat, Ying Yong mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan untuk menetapkan langkah selanjutnya mengatasi wabah virus korona.

"Kami harus mendukung sepenuhnya perusahaan-perusahaan yang memiliki jaringan ekspor global, proyek pembangunan, dan perusahaan yang terkait dengan pertanian untuk kembali bekerja dan kami harus membantu perusahaan tersebut secara bertahap untuk mendorong bisnis yang aman dan pas waktunya," kata Ying. (South China Morning Post/OL-09) . 

BERITA TERKAIT