10 March 2020, 10:58 WIB

DBD di Kota Tasikmalaya Renggut Tiga Nyawa


Kristiadi | Nusantara

JUMLAH penderita demam berdarah dengue di Kota Tasikmalaya mencapai 142 kasus, dan tiga orang meninggal dunia. Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih mengatakan kasus DBD saat ini sudah ada di tiap kelurahan dan kecamatan.

"Memang selama ini masih rendah kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan. Termasuk halaman rumah. Karena kasus tersebut akan sama dengan virus korona. Kalau ingin terbebas dari DBD ya harus menjalani pola hidup sehat dan membersihkan lingkungan rumah, supaya nyamuk tidak berkembang biak menjadi nyamuk dewasa," kata Suryaningsih, Selasa (10/3).

Ia menambahkan peningkatan kasus DBD memang terjadi setiap tahunnya dan harus tetap diwaspadai bersama. Namun kewaspadaan itu harus dibarengi dengan hidup sehat dan lingkungan yang bersih.

"Dinas Kesehatan akan terus berupaya agar masyarakat bisa mengantisipasi serangan nyamuk Aedes Aegypti dengan membuat satu gerakan yakni satu rumah satu jumantik. Dan langkah tersebut melibatkan Puskesmas, RT/RW dan Posyandu supaya mereka tetap bisa siaga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kemudian menebar ikan cupang atau abate di kolam-kolam," terangnya.

baca juga: Gubernur Jambi Minta ASN Setop Perjalanan ke Luar Negeri

Pada kesempatan sama, Ketua RT 13, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Asep Wawan mengatakan, pihaknya selama ini telah meminta dinas kesehatan secepatnya melakukan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa.

"Kami tetap meminta agar dinas kesehatan bisa mengaktifkan kembali lagi pengasapan supaya masyarakat tidak bertanya-tanya. Dan jika dinas kesehatan tidak memiliki anggaran, warga berupaya melakukan urunan. Supaya warga tidak cemas dan khawatir terhadap serangan nyamuk demam berdarah," paparnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT