10 March 2020, 09:53 WIB

Wujudkan Kepedulian di Hari Peduli Sampah Nasional


Palce Amalo | Humaniora

FOTO: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/3).

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

LABUAN Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi lautan manusia, Jumat (6/3) pagi. Tidak kurang dari 10.000 warga membawa kantong plastik turun ke jalan sejak pagi untuk memungut sampah.

Mereka terdiri atas generasi milenial, komunitas lingkung­an, pelajar, pramuka, kelompok swadaya masyarakat, operator wisata selam, wisatawan, dan nelayan ketinting. Aksi pungut sampah dilakukan di lima zona, yakni Kampung Ujung, Kawasan Marina, Pelabuhan Peti Kemas, Kampung Air, dan Bukit Pramuka.

Kegiatan itu merupakan puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemari­timan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Puncak peringatan HPSN 2020 ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh Luhut, Siti Nurbaya, mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK Rossa Vivien Ratnawati, Kasubdit Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan KLHK Nuzulia Ilmiah Ismail, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla.

Secara nasional, HPSN difokuskan pada lima destinasi pariwisata superprioritas yakni Mandalika, Borobudur, Danau Toba, Likupang, dan Labuan Bajo yang ditetapkan menjadi lokasi puncak peri­ngatan.

Menteri Siti mengatakan, HPSN 2020 bertujuan mengajak seluruh pihak dalam mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian sehingga diharapkan momentum ini bisa menjadi katalis dan medium sinergi nasional untuk meningkatkan dampak positif dan peningkatan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia.

Menurutnya, HPSN diperingati setiap 21 Februari untuk mengingatkan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.

Isu sampah juga telah menjadi perhatian pemerintah, khususnya di wilayah destinasi wisata. Karena itu, kebersihan destinasi wisata dapat menjadi faktor untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dengan menawarkan fasilitas yang bersih dan memberikan nilai tambah bagi daya tarik wisata Indonesia.

“Tahun ini (2020) diperkirakan sekitar 67,8 juta ton sampah, dan diperkirakan pada 2050 komposisi sampah plastik akan bertambah lebih dari dua kali lipat menjadi 35% dari total timbunan sampah kita,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Menurut Siti, pada 29 Februari telah digelar HPSN 2020 di kawasan Danau Toba melalui kegiatan aksi bersih di kawasan Geosite Sipinsur. Kegiatan itu diikuti 2.000 orang, dan juga dilakukan peresmian Pusat Daur Ulang Kabupaten Humbang Hasundutan, peresmian Pusat Daur Ulang Kabupaten Toba yang merupakan kerja sama KLHK bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institute For Global Enviromental Strategis (IGES/CCET).

Selain itu, pemberian bantuan 5 motor sampah, 60 tempat sampah tematik, dan pendampingan detasering Jakstrada. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) juga telah meresmikan TPA sanitary landfill.

FOTO : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menekan tombol sirine bersama mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja (tiga dari kiri), Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3, Kementerian LHK Rossa Vivien Ratnawati (dua dari kiri), Kasubdit Pengelolaan Persampahan dan Drainase Lingkungan, KLHK, Nuzulia Ilmiah Ismail (kiri), Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (dua dari kanan), dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla (kanan) mendanai puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/3).

Bantuan pemerintah pusat
Adapun di Labuan Bajo, menurut Menteri LHK, telah difasilitasi pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) dan pusat daur ulang pengelolaan sampah berkapasitas 10 ton per hari dengan prinsip pemilahan dan pengurangan sampah di sumber.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa delapan unit motor sampah, 60 unit tempat sampah tematik, pembangunan tempat pemprosesan akhir (TPA), ekskavator, armroll, dan penyerahan 40.000 bibit tanaman keras.

Di samping itu, dilakukan pendampingan detasering pembinaan dari KLHK kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sejak Februari hingga Juli 2020 melalui pendampingan penyusunan Jakstrada, edukasi pengelolaan sampah melalui pusat daur ulang (PDU) dan bank sampah.

Sementara itu, dalam sambut­annya, Menteri Luhut mengingatkan seluruh kepala daerah mulai gubernur, wakil gubernur, bupati, sampai wali kota serius menangani masalah kebersihan dan stunting, bukan hanya di kawasan wisata melainkan juga di permukiman penduduk.

Luhut mengatakan, banyak kepala daerah serius menjaga dan menangani sampah, tetapi hanya berlangsung satu atau dua hari saja. Padahal, sebagai kepala daerah, ia semestinya bisa mengeluarkan perintah kepada bawahannya.

“Kunci dari kepemimpinan adalah teladan. Kalau kau tidak bisa memberikan teladan, tidak ada gunanya,” tandasnya.

Luhut juga mengingatkan Bupati Manggarai Barat yang masa jabatannya sebagai bupati akan berakhir tahun ini, juga serius menjaga kebersihan Labuan Bajo.

“Ibu Siti Nurbaya kasih mesin pengelolaan sampah di TPA, tolong digunakan,” ujarnya.

Luhut juga menyinggung soal rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah yang bakal menjadi tuan rumah ajang lomba balap motor bergengsi dunia, MotoGP, tahun depan.

Ia meminta infrastruktur pendukung KEK Mandalika, seperti bandara, jaringan telekomunikasi, listrik, rumah sakit, jalan, pelabuhan, dan sistem pengolahan sampah tuntas sebelum MotoGP 2021 berlangsung.

Khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP, Luhut meminta PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika untuk melibatkan pengawas internasional agar proyek betul-betul berstandar internasional.

ITDC diminta untuk menyediakan fasilitas pengolah­an sampah yang memadai di Mandalika. Selain fasilitas tersebut, ITDC juga diminta untuk membuat Bank Sampah sebagai tempat penampungan sampah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kita semua harus memastikan kawasan Mandalika ini betul-betul bersih. Jangan sampai kita sukses menyelenggarakan MotoGP, tapi kawasannya kotor,” tegasnya.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi berharap HPSN 2020 kian membangkitkan kesadaran masyarakat dan bekerja sama mengelola sampah untuk bersih dan sehat, demi mewujudkan Gerakan NTT Bersih.

Gerakan NTT Bersih dicanang­kan sejak 2018 yang dimulai dari gubernur dan wakil gubernur serta pegawai kantor gubernur. Satu kali dalam sepekan, mereka ramai-ramai turun ke jalan dan gang-gang di permukiman padat penduduk untuk memungut sampah.

Gerakan ini dilanjutkan dengan larangan menggunakan botol minum plastik yang salah satu tujuannya mengurangi sampah plastik. Sebaliknya, di setiap pertemuan, peserta diminta membawa botol minum­an sendiri yang dibawa dari rumah.

“Yang terpenting kita mulai menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari rumah kita dan lingkungan tempat tinggal kita,” ujarnya. (PO/JL/S2-25)

BERITA TERKAIT