10 March 2020, 09:46 WIB

Sahroni Ajak Pengusaha Gunakan Dana CSR Tanggulangi Covid 19


Aries Wijaksena | Politik dan Hukum

PENGUSAHA sekaligus politisi muda Nasdem Ahmad Sahroni meyakini penanggulangan penyebaran dampak virus conona atau covid 19 akan optimal jika pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berperan aktif bersinergi memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya masing-masing.

Oleh karenanya Sahroni mendorong dunia usaha, terkhusus para pengusaha turut ambil bagian membantu pemerintah melalui dana corporate social and responsibility (CSR) dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang covid 19 serta bantuan alat kesehatan seperti masker  dan alat-alat kesehatan pendukung lainnya.

“Saya mengajak seluruh anak bangsa tergerak hatinya bersatu dan bersinergi menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan covid 19,” kata Sahroni, Senin (9/3).

Ada pun kepada masyarakat Sahroni menghimbau agar tidak panik dan menghentikan panic buying yang dapat menciptakan persoalan baru di tengah masyarakat, yakni kelangkaan barang yang justru merugikan masyarakat itu sendiri.

Sebaliknya kata Sahroni, pemerintah harus menjamin ketersediaan barang dan stabilitas perekonomian di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi, terlebih persoalan virus corona yang saat ini menjadi masalah global.

“Masyarakat tidak perlu panik dan percaya bahwa pemerintah melalui bidangnya masing-masing akan mencari solusi terbaik untuk membawa kita lepas dari masalah ini,” ucap Sahroni.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI ini pun meyakini Polri, TNI dan team kesehatan mampu bersinergi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam upaya mengatasi dampak covid 19.

“Kita pasti mampu keluar dari masalah ini. Indonesia mampu,” seru Sahroni.

Pemerintah sendiri resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, saat ini terdapat 6 pasien kasus Covid-19 yang kondisinya kesehatannya mengalami perkembangan positif yang signifikan.

Disamping itu Kementerian Kesehatan katanya telah menyelesaikan pemeriksaan 620 spesimen pasien dalam pengawasan (PDP) yang dikirim dari 63 rumah sakit di 25 provinsi.

Jumlah ini melonjak hampir tiga kali lipat bila dibandingkan dua hari lalu, yaitu 227 spesimen PDP yang dikirimkan 61 rumah sakit di Indonesia. Menurut dia, lonjakan spesimen ini terjadi akibat adanya kenaikan status dari orang dalam pemantauan (ODP) menjadi PDP.(A-2)
 

BERITA TERKAIT