10 March 2020, 09:32 WIB

Enam Santri Tewas Tenggelam di Kubangan


(AS/TB/N-3) | Nusantara

SEBANYAK delapan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Lathifiyah, Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tenggelam di kubangan bekas tambang galian C.

Enam di antara mereka te-was dan dua lainnya selamat. Korban tewas terdiri atas li-ma perempuan dan seorang laki-laki. Adapun dua yang selamat hingga kini masih dalam pemeriksaan tim medis Puskesmas Brati, Grobogan.

Dalam merespons insiden itu, aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan dan hingga kini masih berlangsung. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan warga, mereka mendatangi kubangan bekas tambang galian C itu untuk merendam kayu usuk yang akan digunakan pada pembangunan ponpes.

Namun, saat berada di tepian kubangan, ada santri yang terpeleset sampai terce-bur. Beberapa di antara mereka berusaha menolong, tapi malah ikut tercebur dan tenggelam.

Warga yang mendengar peristiwa itu langsung ke lokasi untuk menolong, tapi hanya dua yang bisa diselamatkan.

Secara terpisah, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan akan menutup semua tambang ilegal yang beroperasi di wilayah hukum mereka.

Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa selain tambang ilegal Dongi-Dongi di Kabupaten Poso, juga ada tambang ilegal lainnya yang masih beroperasi.

"Ada laporan baru, tambang ilegal yang kembali beroperasi di Kabupaten Parigi Moutong. Itu akan kita tutup."

Menurut Syafril, kerja sama antarinstansi penting dalam menertibkan tambang ilegal di Sulteng. "Tidak hanya dengan pemerintah, tapi juga dengan NGO dan masyarakat," tandasnya. (AS/TB/N-3)

BERITA TERKAIT