10 March 2020, 09:22 WIB

Dana CSR Bisa Tanggulangi Covid-19


(YR/AT/DW/AD/WJ/SL/HS/DG/DY/YK/LD/SS/MG/N-2) | Nusantara

SAAT korona merebak, pengusaha tidak layak berdiam diri. Karena itu, Ahmad Sahroni, pengusaha yang juga politikus muda, mengajak rekan-rekannya ikut peduli.

"Saya yakin, penanggulangan korona atau covid-19 ini akan optimal jika pemerintah dan semua elemen masyarakat aktif, bersinergi memberi kontribusi sesuai kapasitas mereka. Saya mendorong dunia usaha, ambil bagian membantu dengan menggunakan dana CSR mereka," ungkap kader Partai NasDem itu, kemarin.

Dana CSR, lanjutnya, bisa diarahkan untuk program penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang covid-19. Dana yang sama juga bisa disalurkan untuk pengadaan bantuan alat kesehatan seperti masker dan alat-alat kesehatan pendukung lainnya.

"Saya mengajak seluruh anak bangsa tergerak, bersatu, dan bersinergi, menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19," tandasnya.

Kepada warga, ia mengimbau agar tidak panik dan berhenti memborong kebutuhan pangan. "Jangan sampai menciptakan persoalan baru, yakni menimbulkan kelangkaan barang."

Menurut Sahroni, pemerintah harus menjamin ketersediaan barang dan menjaga stabilitas perekonomian di tengah berbagai persoalan. Sementara itu, masyarakat juga tetap percaya pemerintah akan mencari solusi terbaik untuk membawa bangsa ini lepas dari masalah korona.

"Polri, TNI, dan tim kesehat-an sudah mampu bersinergi. Kita pasti mampu keluar dari masalah ini. Indonesia mampu," ujar Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI itu optimistis.

Kapal pesiar

Berjangkitnya korona tidak harus membuat dunia pariwisata terpuruk. Meski dengan sikap hati-hati dan tetap melaksanakan prosedur yang baik, aparat di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mengizinkan kapal pesiar MV Albatros merapat di dermaga.

Kapal berbendera Bahamas itu datang dari Pelabuhan Be-noa, Bali. Dari Lombok, kapal akan bergerak ke Probolinggo, Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah.

"Kami sudah melakukan pengecekan kesehatan terhadap 344 wisatawan dan 317 kru kapal. Semua sehat, aman, sehingga mereka boleh turun kapal," ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram I Wayan Diantika.

Kebijakan itu membuat wisatawan bisa berkunjung ke Museum Mataram, Lingsar, Banyumulek, Kuta Mandalika, dan Ende Sasak Village.

Optimistis juga menjadi sikap Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Singgih Raharjo. Korona tidak membuat dunia pariwisata di daerah ini lesu darah. "Kami mengajak pelaku pariwisata untuk semakin meningkatkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, baik di bandara, terminal, stasiun penginapan, maupun objek wisata."

Di tengah isu korona, kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta tetap meningkat. Selama Januari, ada 8.371 turis datang meningkat 4% dari tahun sebelumnya. (YR/AT/DW/AD/WJ/SL/HS/DG/DY/YK/LD/SS/MG/N-2)

BERITA TERKAIT