10 March 2020, 09:12 WIB

Mulai Hari Ini, BEI Berlakukan Auto Rejection


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PT Bursa Efek Indonesia mulai hari ini, Selasa (10/3), memberlakukan perubahan batasan penghentian otomatis perdagangan saham (auto rejection) sampai batas yang belum ditentukan.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengupayakan terlaksananya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Selain itu, dikatakan bahwa pemberlakuan auto rejection itu sekaligus menindaklanjuti surat perintah dari OJK yang diluncurkan pada Senin (9/3) mengenai perintah mengubah batasan auto rejection.

"Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-273/PM.21/2020 tanggal 9 Maret 2020 perihal perintah mengubah batasan auto rejection pada peraturan perdagangan di Bursa Efek dan surat keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00023/BEI/03-2020 perihal perubahan batasan auto rejection, serta dengan memperhatikan kondisi perdagangan di Bursa Efek Indonesia," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono dilansir dari keterangan resmi, Selasa (10/3).

Baca juga: SKK Migas Apresiasi Kinerja Pertamina EP

Lebih lanjut, pemberlakuan perubahan ketentuan batasan auto rejection ini juga memiliki beberapa persyaratan. Dalam peraturan auto rejection asimetris, saham dengan fraksi harga Rp50 - Rp200 per saham, akan dihentikan perdagangannya secara otomatis jika naik lebih dari 35% atau turun sebesar 10%. Sebelumnya, saham akan dihentikan jika naik atau turun sebesar 35% dalam sehari.

Sementara, untuk fraksi harga Rp200 - 5.000 per saham, akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik lebih dari 25% atau turun 10%. Sebelumnya, saham fraksi ini akan berhenti secara otomatis jika naik atau turun sebesar 25%.

"Sedangkan fraksi harga saham di atas Rp5.000 akan otomatis berhenti diperdagangkan jika naik 20% atau turun 10% dalam sehari. Sebelumnya, saham ini akan berhenti diperdagangkan jika naik atau turun sebesar 20% dalam sehari," pungkasnya.

Pihak bursa memutuskan untuk mulai mengintervensi perdagangan saham setelah kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 6,58% dalam sehari, menyentuh level 5.136,81. Ini merupakan level terendah sejak penutupan perdagangan pada akhir Desember 2016 lalu. (OL-1)

BERITA TERKAIT