10 March 2020, 09:40 WIB

Ngabalin: Ahok Punya Kapasitas Kelola Ibu Kota Baru


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

PIHAK Istana meminta masyarakat tak berpolemik perihal penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Penunjukan itu sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. "Kalau nanti Bapak Presiden tunjuk Ahok menjadi CEO untuk ibu kota negara baru apanya yang jadi masalah?" kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin di Jakarta, Minggu (8/3).

Ngabalin mengatakan penunjukan Ahok murni karena kapasitasnya. Ahok dinilai memiliki kemampuan manajerial yang sangat mumpuni.

"Kalau dia punya kemampuan, punya leadership, punya management yang bagus, kalau dia memberikan perhatian full terhadap kepercayaan amanah yang diberikan untuk memimpin pembangunan ibu kota negara, apa yang salah?" tanya Ngabalin lagi.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak mempermasalahkan pencalonan Ahok dan tidak mengaitkan penunjukan tersebut dengan kasus yang pernah dihadapi Ahok sebelumnya.

"Kalau nanti Presiden memilih Ahok, kenapa ente yang sakit, kenapa ente yang punya badan gatel-gatel, kenapa ente yang kena asam lambung? Jangan dong, segera move on, jangan jadi orang yang tidak waras melihat masalah bangsa," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membeberkan sejumlah kandidat kepala otorita ibu kota baru di Kalimantan Timur. Mereka ialah Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyono, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Jokowi segera menandatangani peraturan presiden (perpres) terkait badan otorita ibu kota baru dalam waktu dekat. Juga, akan mengumumkan siapa yang dipercayakan seabgai kepala badan otorita ibu kota baru.

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menilai Ahok memiliki kriteria yang pas untuk memimpin badan otorita ibu kota baru. Ahok dinilai memiliki sikap kepemimpinan yang kuat. "Menurut kami Ahok memenuhi syarat kalau dari segi strong leader, kemampuan mengeksekusi terhadap sebuah program," ujarnya. (Pro/P-3)

BERITA TERKAIT