10 March 2020, 08:28 WIB

Tersangka Korupsi Benih Bawang Merah di NTT Bertambah 4 Orang


Palce Amalo | Nusantara

TERSANGKA kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) 2018, bertambah empat orang menjadi tujuh orang, Selasa (10/3). Pada Jumat pekan lalu, polisi sudah menahan tiga tersangka yakni YN yang menjabat Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Malaka dan dua makelar proyek yakni SS dan EPM.

Kabid Humas Polda NTT Komisaris Besar Johannes Bangun mengatakan empat orang menjalani pemeriksaan sejak Senin (9/3) sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda NTT.

"Empat tersangka ialah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) YKB, yang juga menjabat Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, dan dua orang Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa 2018, AKA dan KAK, serta Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa 2018, MB," katanya.

Empat tersangka dikenai pasal 2 ayat 1, pasal 3 dan Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tetang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

baca juga: Pariwisata Sepi, Pemandu Wisata Alih Profesi Tanam Porang

Nilai proyek pengadaan benih bawang merah tersebut sebesar Rp9,68 miliar. Sedangkan kerugian negara sekitar Rp4,9 miliar atau setengah dari nilai proyek. Menurutnya, para tersangka diduga melakukan markup harga benih bawang, serta menerima hadiah terkait proyek pengadaan benih tersebut. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT