10 March 2020, 08:40 WIB

Wapres Ingatkan Dai bukan Hakim


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia lebih toleran terhadap perbedaan pendapat. Wapres tidak mempersoalkan adanya perbedaan pendapat terhadap sesuatu yang masih diselisihkan.

"Kita boleh tidak sependapat, tapi tidak boleh kita menghakimi," kata Wapres saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Rakornas Ikatan Dai Indonesia di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

Wapres menjelaskan banyaknya aksi radikalisme yang bersifat negatif terjadi akibat adanya sikap intoleran dari kelompok maupun individu. Kelompok atau individu yang intoleran ini biasanya sangat fanatik dan menganggap kelompok lain salah.

"Mereka ini biasanya menganggap orang lain salah, sesat, bahkan kafir. Akibatnya sikap intoleran ini mengarah sikap yang radikal."

Karena itu, Wapres mengharapkan para dai membawa suasana damai dan kondusif dalam ceramahnya. Wapres meminta agar dakwah para dai tidak menggunakan ayat-ayat perang. "Karena kita kan tidak dalam suasana perang. Memang ada ayat perang tapi dipakai dalam suasana perang."

Ma'ruf menambahkan, para dai seharusnya membawakan pesan dakwah kepada masyarakat ketimbang menghakimi pihak lain. "Pendakwah bukan hakim yang menghakimi dan memberi vonis."

Di kesempatan berbeda, Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Willy Aditya, mengajak masyarakat membangun kembali narasi besar Pancasila yang menghargai keragaman. Narasi itu dibentuk dari narasi-narasi kecil keseharian. Untuk itu pula, ia meresmikan dimulainya gerakan Pancasila di Rumahku, di Surabaya, kemarin.

Willy mengatakan nantinya narasi yang dibuat warga akan dikumpulkan dan diunggah di laman khusus www.bumipancasila.id.  (Che/Cah/P-2)

BERITA TERKAIT