10 March 2020, 09:00 WIB

Satgas Pangan Ancam Tindak Tegas Penimbun Gula


Cindy Ang | Humaniora

SATUAN Tugas (Satgas) Pangan akan menindak tegas pelaku penimbunan bahan pokok berupa gula buat menaikan harga di pasaran. Pasalnya, harga gula menyentuh angka Rp16 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Apabila ditemukan aksi penimbunan maupun menaikan harga sementara stok gula mencukupi, maka akan dilakukan penindakan," tegas Kabag Penum Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/3).

Asep melanjutkan, Satgas Pangan telah melakukan konsolidasi dengan seluruh instansi termasuk distributor terkait. Berdasarkan hasil pengecekan, stok gula masih dikategorikan aman atau ada 150 ribu ton.

"Diimbau kepada seluruh distributor untuk segera mendistribusikan gula ke pasar sebagaimana kebutuhan masyarakat," kata Asep.

Baca juga: Penindakan atas Truk Kelebihan Muatan Mulai Dilakukan

Pemerintah, lanjutnya, sudah memberikan izin impor gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurutnya, kesiapan gula di pasaran akan terjamin dan bisa segera menurunkan harga gula.

"Termasuk sebagai antisipasi jelang Ramadhan pada akhir April," imbuhnya.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog (Persero) Tri Wahyudi menantikan penugasan resmi importasi gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi. Lonjakan permintaan jelang momentum Ramadan dan Lebaran perlu diantisipasi agar harga eceran tetap stabil.

"Memenuhi kebutuhan konsumsi jelang Lebaran saja, stabilisasi harga, sekarang kan harga gula udah Rp14 ribu per kg, HET kan Rp12.500 per kg," kata Tri ditemui di kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020.

Tri mengungkapkan kebijakan impor mesti dilakukan karena hasil prediksi menunjukkan kekurangan produksi dalam negeri. Bulog pun telah memberi usulan agar pemerintah bisa membuka impor GKP hingga 200 ribu ton. Jumlah tersebut cukup agar stabilitas harga gula terjaga hingga perayaan Idul Fitri dan hari besar keagamaan di 2020. (OL-1)

BERITA TERKAIT