09 March 2020, 19:00 WIB

Peran Publik dan Swasta Pada Perbaikan Lingkungan Meningkat


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

MENTERI LIngkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menegaskan, urusan lingkungan terletak pada dua pokok utama, yakni kebijakan dan partisipasi publik. Ia mengapresiasi apresiasi publik yang terus meningkat dalam membangun kesadaran lingkungan.

“Lima tahun terakhir, prakarsa publik terhadap perbaikan lingkungan dan pemulihan ekosistem sangat baik. Makanya Pemerintah memberikan ruang dan memfasilitasi atas upaya yang dilakukan oleh perusahaan maupun secara swadaya masyarakat di Indonesia,” kata Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu upaya meningkatkan partisipasi publik, lanjut Siti ialah dengan mendorong kerja sama KLHK dengan perusahaan. Ia optimistis kerja sama yang terjalin antara Pemerintah dengan swasta dalam mendukung perbaikan lingkungan bisa berjalan optimal di tengah dinamika pemeliharaan lingkungan yang kompleks.

Kerja sama terbaru yang dilakukan KLHK ialah dengan menggandeng PT. Pupuk Kaltim dalam kerja sama tentang pemulihan kerusakan lahan bekas tambang dan lahan akses terbuka.

Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman dan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (9/3).

Baca juga : Kisah Sukses Aktivis Lingkungan dalam Pengendalian Pencemaran

Bakir menegaskan, kerja sama itu akan  memperkuat komitmen Pupuk Kaltim terhadap pelestarian alam dan lingkungan, baik dalam hal reklamasi maupun restorasi lahan bekas tambah agar kembali hijau untuk dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Kerja sama itu akan memperkuat upaya Pupuk Kaltim dalam menekan deforestasi hutan yang kian memprihatinkan, sebab keberadaaan hutan, khususnya di Kalimantan Timur sangat dibutuhkan dalam tatanan ekosistem dan sangat berperan dalam berbagai hal, diantaranya penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup flora dan fauna, penyeimbang lingkungan, hingga mencegah timbulnya pemanasan global.

“Pupuk Kaltim menyambut baik kerjasama ini. Semoga perbaikan ekosistem dan kualitas lingkungan bisa terus ditingkatkan melalui sinergi aktif antara Perusahaan dengan Pemerintah,” ujar Bakir.

Bakir mengungkapkan, pihaknya telah melakukan upayaerbaikan dan konservasi keanekaragaman hayati secara berkesinambungan, seperti penurunan terumbu buatan dengan komitmen 500 unit per tahun sejak 2009, penanaman mangrove di kawasan konservasi Perusahaan dan pesisir Kota Bontang mencapai 291.635 bibit dengan realisasi 113% di atas target.

Di sisi lain , dilakukan juga reintroduksi 2.000 anggrek hitam yang merupakan tanaman endemik Kalimantan hasil pengembangan secara kultur jaringan laboratorium Perusahaan ke Balai Taman Nasional Kutai (TNK) yang telah menjalin kemitraan dengan Pupuk Kaltim lebih dari 23 tahun.

Baca juga : 303 Perusahaan Peringkat Merah, Hanya 200 Perusahaan Hijau Emas

Disamping itu, Pupuk Kaltim juga telah melakukan penghematan energi melalui berbagai program inovasi, reduksi gas rumah kaca, reduksi timbulan limbah, hingga penghematan air dalam menjaga sumber baku bawah tanah.

Komitmen ini pula yang membawa Pupuk Kaltim meraih Proper Nasional Peringkat Emas tiga kali berturut dari KLHK, sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia.

“Intinya Pupuk Kaltim tidak akan abai terhadap lingkungan dan ekosistem. Berbagai upaya dalam mendukung pelestarian alam serta keanekaragaman hayati telah menjadi komitmen utama Perusahaan yang terus ditingkatkan setiap tahun,” tambah Bakir. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT