09 March 2020, 23:34 WIB

Diplomat Asing Tinggalkan Korut Usai Dikarantina


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEKITAR 80 orang asing yang dikarantina selama berminggu-minggu di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, untuk membendung penyebaran virus korona baru (Covid-19) akhirnya meninggalkan negara itu.

Penerbangan Air Koryo ke Vladivostok adalah penerbangan komersial pertama yang meninggalkan Korea Utara lebih dari sebulan, kata situs berita spesialis NK News.

Penerbangan KOR271 mendarat di kota Rusia Timur Jauh itu pada Senin (9/3) pagi.

 

Baca juga: Jutaan Warga Italia Dilarang Bepergian

 

Staf kedutaan yang meniggalkan Korut telah dikurung di markas mereka selama berminggu-minggu selama Februari dan awal Maret.

"Di antara mereka yang dalam penerbangan adalah diplomat dari Jerman, Rusia, Prancis, Swiss, Polandia, Rumania, Mongolia, dan Mesir," kata kedutaan besar Rusia di Korut dalam sebuah posting Facebook.

Korut mengarantina ratusan orang asing di ibu kota awal tahun ini, dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus korona.

Duta Besar Rusia Alexander Matsegora menggambarkan kondisi itu sebagai 'penghancuran moral'.

Belum ada kasus Covid-19 yang dilaporkan di Korea Utara, meskipun beberapa ahli meragukan hal ini.

Korut berbatasan dengan Tiongkok, tempat virus itu muncul, dan Korea Selatan, tempat terjadi wabah besar.

Penerbangan KOR271 meninggalkan Pyongyang pukul 08:40 waktu setempat pada Senin (23:40 pada Minggu) dan tiba di Vladivostok pada pukul 10:47, kata situs pelacakan penerbangan FlightAware.

Tidak diketahui bagaimana atau kapan para penumpang akan kembali ke negara asal mereka.

Duta Besar Inggris untuk Korut mencuit awal pada Senin bahwa ia "sedih untuk mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan dari Kedutaan Jerman dan Kantor Perancis." (BBC/OL-8)

BERITA TERKAIT