09 March 2020, 21:02 WIB

RI–Belanda Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Perubahan Iklim


mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI  Lingkungan hidup dan Kehutanan (LHK ) Siti Nurbaya Bakar  menerima kunjungan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuizen di Ruang Kerja Menteri LHK, Jakarta, Senin (9/3). 

Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk melanjutkan dan memperkuat kerja sama di bidang pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, dan kualitas air, serta perubahan iklim yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU).

Menteri Siti mengatakan bahwa Belanda merupakan negara yang cukup maju dalam pengelolaan sampah dan limbah khususnya berbagai inovasi circular economy.  Belanda juga menjadi salah satu dari sedikit negara anggota Uni Eropa yang telah berhenti mengekspor limbah plastik

“Kami sangat menghargai hal tersebut, karena kebijakan nasional kami juga bukan untuk mengimpor limbah plastik,” ujar Menteri Siti.

Menteri LHK menyampaikan, sirkular ekonomi di Indonesia  telah menjadi trend juga untuk Indonesia, seperti  inisiatif Bank Sampah dan juga langkah-langkah kelompok industri seperti Danone, Nestle, Unilever, dan Tetra-pack.  

Menteri Siti Nurbaya juga menjelaskan sudah ada  33 kota di Indonesia yang  telah memberlakukan aturan   melarang penggunaan plastik sekali pakai. 

Meski begitu, Menteri Siti mengungkapkan Indonesia sangat berhati-hati dalam membuat kebijakan pengelolaan sampah ini, mengingat demografi yang sangat besar, dan spektrum demografinya juga sangat beragam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Cora menyambut baik penandatanganan MoU mengenai ekonomi sirkular ini.

“Belanda juga memiliki pengalaman dalam mengolah sampah menjadi energi sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Terdapat delegasi bisnis yang menangani hal ini, yang juga ikut dalam kunjungan ke Indonesia kali ini,” ungkapnya.

Menurut Cora Van Nieuwenhuizen, pemerintah Belanda juga sedang mengembangkan project baru fishing for litter, yang dilaksanakan oleh entitas bisnis, dan mendaur ulang sampah plastiknya menjadi barang yang dapat dipakai. “Kami mengundang Menteri LHK untuk dapat berkunjung ke Belanda, dan melihat langsung hal tersebut,” katanya.

Undang Menteri LHK RI

Sementara itu di bidang Perubahan Iklim, Menteri Cora mengundang Menteri LHK RI untuk hadir pada Global Commission Summit pada Oktober 2020. Pada forum tersebut, Pemerintah Indonesia mendapat kesempatan untuk menyampaikan berbagai upaya pengendalian perubahan iklim yang telah dilaksanakan oleh Indonesia.

Belanda menghargai keputusan Presiden Jokowi untuk Indonesia sebagai anggota Global Commisions for Climate Adaptation.  Dalam hal ini Presiden Jokowi telah menetapkan Menteri LHK  sebagai komisioner mewakili Indonesia. 

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi atas undangan dari Belanda. Ia juga menyampaikan dinamika pengendalian perubahan iklim di Indonesia di antaranya mengenai SRN atau Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim, instrumen MRV atau Pedoman Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi (MRV) Aksi Mitigasi Perubahan Iklim, respon komunitas, dan pemda, serta pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). (OL-09)

BERITA TERKAIT