09 March 2020, 20:15 WIB

15 Warga Jabar Meninggal Akibat DBD


Ant | Nusantara

DINAS Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan sebanyak 15 warga meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) sepanjang periode januari0Maret tahun ini. Meski demikian, jumlah tersebut relatif menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 49 orang.

"Pada Januari 2019 terdapat 26 orang dan Februari 2019 sebanyak 23 orang. Kalau 2020, ada 15 orang meninggal periode Januari-awal Maret 2020," ujar Berli, Senin (9/3).

Namun, sambungnya, sesuai definisi operasional KLB (kejadian luar biasa), maka kasus DBD tahun ini juga masuk kategori KLB, karena sudah ada yang meninggal dunia.

"Biarpun misalkan yang meninggal hanya satu orang, apalagi ini sudah 15 orang," kata dia.

Menurut dia, jumlah total kematian se-Indonesia pada periode Januari-Februari 2020 tercatat 78 orang.

 

Baca juga: Kasus dan Korban Meninggal akibat DBD Bertambah

 

Untuk Provinsi Jabar, jumlah korban jiwa akibat penyakit DBD mencapai 15 orang menjadikan sebagai pada urutan pertama sebagai daerah yang paling banyak korban jiwanya akibat DBD.

"Kebanyakan itu di Kota Cirebon."

Dia mengatakan sejumlah upaya pengendalian dan pemberantasan KLB DBD dilakukan oleh pihaknya secara terus menerus.

Upaya tersebut, kata Berli, akan berhasil kalau seluruh elemen masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dengan leading sektor Kesehatan melakukan Germas melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan 3 M Plus dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (Ant/OL-8)

 

BERITA TERKAIT