09 March 2020, 20:14 WIB

Menlu RI-Belanda Tandatangani Kerja Sama Multisektor


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

INDONESIA dan Belanda menyepakati sejumlah kerja sama di berbagai bidang bertepatan dengan kunjungan kenegaraan penguasa Negeri Kincir Angin, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, ke Tanah Air.

Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Belanda Stef Blok melakukan penadatanganan kerja sama pelatihan diplomat Indonesia (clingendael) dan LoI on enhanching billateral cooperation in the field of women, peace, and security bertempat di Plataran Taman Kota, Senayan, Jakarta, Senin (9/3) malam.

Namun kedua menteri tidak memberikan pernyataan ke pers usai cara penandatangan dokumen kerja sama.

Kegiatan kunjungan Raja Willem-Alexander, yang telah tiba di Indonesia, Senin sore, akan berlangsung pada 10-13 Maret.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan kunjungan kenegaraan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima ke Indonesia akan membawa sejumlah menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha.

Baca juga : Eratkan RI-Afghanistan, Retno Terima Bintang Kehormatan Malalai

Mereka adalah Menteri Luar Negeri Stef Blok, Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Cora van Nieuwenhuizen, serta Menteri Kesehatan dan Olah Raga Bruno Bruins.

Jika biasanya seorang pemimpin atau kepala pemerintahan suatu negara merangkaikan lawatan kenegaraannya ke beberapa negara sekaligus, kunjungan Raja-Ratu Belanda pada 9-13 Maret mendatang hanya akan fokus di Tanah Air.

"Khusus ke Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa Raja dan juga pemerintah Belanda memberikan arti yang sangat penting bagi hubungan bersejarah yang panjang antara kedua negara," kata Kemenlu dalam media gathering di Pejambon, Selasa (3/3).

Setidaknya beberapa fokus utama berkait kunjungan itu adalah kerja sama ekonomi, manajemen air, dan pengembangan SDM di Indonesia. Hal itu segaris dengan sejumlah prioritas kebijakan pemerintah Indonesia seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan peningkatan SDM.

Selain jajaran pemerintah Belanda, delegasi Negeri Kincir Angin juga diikuti sejumlah perwakilan perusahaan Belanda.

Di antara perusahaan itu adalah startup sosial The Great Bubble Barrier yang mengelola pengendalian limbah plastik di saluran.

Selanjutnya perusahan pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular Upp!, Tritech Natural BV, dan NV Afvalzorg Holding, serta perusahaan galangan kapal Damen.

Kemenlu mengatakan, para pengusaha Belanda siap untuk menawarkan investasi. Akan ada 5-6 kesepakatan bisnis berskala besar yang akan ditandatangani dan sekitar 30 kesepakatan kecil lainnya.

Belanda saat ini menjadi investor terbesar dari Eropa di Indonesia dan mitra dagang terbesar kedua di Eropa. Indonesia juga membutuhkan dukungan Amsterdam untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Eropa yang sedang dinegosiasikan.

Baca juga : Layanan Kesehatan Terjangkau jadi Fokus Indonesia di FPGH 2020

Sebagai gambaran, Indonesia dan Belanda telah menjalin mitra komprehensif sejak 2013. Data Kemenlu RI menunjukkan pada 2019, Belanda melaksanakan 1.040 proyek investasi di Tanah Air dengan nilai US$2,09 miliar.

Sementara data yang diperoleh Media Indonesia dari Departemen Asia dan Oseania di Kementerian Luar Negeri Belanda menunjukkan total investasi Indonesia di Negeri Kincir Angin adalah 210 juta euro, sedangkan total investasi Belanda di Indonesia adalah 4,2 miliar euro pada 2018.

Oleh karena itu Belanda adalah investor Eropa terbesar dan investor asing ketujuh di bawah Singapura, Tiongkok, dan Jepang.

Terkait bidang pariwisata, jumlah wisatawan asal Belanda yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari 209.978 di 2018 menjadi 215.287 orang di 2019.

Selain Jakarta, selama lawatan kenegaraan di Tanah Air, Raja-Ratu Belanda akan mengunjungi sejumlah tempat dan kota yaitu Yogyakarta, Palangkaraya, dan kawasan Danau Toba di Sumatra Utara. (OL-7)

BERITA TERKAIT