10 March 2020, 01:10 WIB

KKP Fokus Peningkatan Pendapatan Nelayan Tradisional


MI | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan tengah merumuskan terobosan-terobosan yang akan diambil guna meningkatkan pendapatan nelayan tradisional.

“Saat ini, nelayan di Indonesia itu didominasi oleh nelayan kecil yang jumlahnya mencapai 96,3% nelayan. Masalah kesejahteraan harus dibenahi dengan memperbaiki ekonomi nelayan di tataran keluarga dan menambah kegiatan ekonomi,” papar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di ruang kerjanya, Jakarta, kemarin.

Dalam catatannya, nelayan tradisional itu hanya melaut setidaknya enam bulan sekali dalam setahun. Sehingga ketika tidak melaut, nelayan tidak memiliki penghasilan.

“Ketika enam bulan tidak melaut, nelayan selama enam bulan berada di rumah. Di saat itu mereka butuh kegiatan yang bisa menghasilkan,” terang Edhy.

Lebih lanjut, Edhy mengatakan nelayan harus mendapat kemudahan-kemudahan perizinan dan kemudahan dalam menangkap ikan.

“Kemudahan itu bukan hanya dari sisi kemudahan menangkap ikan. Setelah menangkap ikan pun seharusnya sudah enggak ada lagi keluhan, misalnya harganya jatuh. Ini kita lagi cari formula-formulanya yang intinya adalah harus kita temukan,” paparnya.

Sebelumnya, saat ditemui di kesempatan berbeda, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika mengatakan, nelayan kecil di Indonesia jumlahnya mencapai 96,3%. Namun, penguasaan aset lautnya justru kecil.

Karena itu, sangat diperlukan kebijakan sosial yang memproteksi nelayan.

“Kita masih lemah di tranformasi industri. Maka dengan meningkatkan kebijakan optimalisasi, itu turut memperhatikan kesejahteraan rakyat,” imbuhnya. (Hld/E-2)

BERITA TERKAIT