10 March 2020, 00:45 WIB

Darurat, OJK Izinkan Buyback tanpa RUPS


MI | Ekonomi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan pembelian kembali (buyback) saham semua emiten atau perusahaan publik tanpa perlu mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Pelonggaran aturan itu dilakukan OJK untuk memberi stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

“Pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” demikian bunyi Surat Edaran yang dikeluarkan OJK, kemarin.

Dalam surat No. 3/SEOJK.04/2020 yang diteken Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, OJK, Hoesen, tersebut, OJK menyebutkan jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor.

Kebijakan itu diambil setelah OJK Mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun 2020 sampai dengan kemarin, yang terus mengalami tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46%.

Kondisi itu ini terjadi seiring dengan pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional, maupun nasional sebagai akibat dari wabah COVID-19 dan melemahnya harga minyak dunia.

“OJK memantau dengan cermat dan hati-hati kondisi pasar modal kita, termasuk kondisi pasar regional dan global. OJK mengeluarkan kebijakan yang diperlukan pada saat OJK menilai bahwa perlu dilakukan kebijakan tertentu menyikapi dinamika pasar selanjutnya,” ungkap Hoesen.

Hingga akhir perdagangan sesi I, kemarin, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) berada pada level 5.266,29 atau melemah sebesar 4,22%.
Selain itu, Rupiah juga kini tengah berada di level 14.364 per dolar AS atau melemah 0,84%.
Kejatuhan pasar saham sejatinya tidak hanya dialami Indonesia, tapi hampir seluruh bursa saham dunia. Salah satunya ialah indeks Nikkei di Tokyo jatuh 5,67%, indeks saham Strait Times di Singapura turun 4,39%, dan indeks saham Hangseng juga jatuh 3,50%. (Des/E-2)

BERITA TERKAIT