09 March 2020, 23:55 WIB

Penimbun Masker Ditangkap


MI | Megapolitan

POLRES Bogor menangkap empat orang yang tega mencari keuntungan di tengah keprihatinan nasional terkait serangan virus korona. Mereka menimbun masker dan handsanitizer lalu menjualnya dengan harga tinggi kepada pengunjung di Stadion Pakansari.

Keempat orang itu yakni AW, pemilik masker dan sopirnya, MF, calo masker, DW, 46, dan MA, 30, penjual handsanitizer. Mereka menjual handsanitizer seharga Rp20 ribu menjadi Rp120 ribu per botol atau naik 500%. Estimasi keuntungan mencapai Rp23.200.000.

Sedangkan masker kesehatan dijual Rp345 ribu per box dari harga normal Rp20 ribu. Estimasi keuntungan sekitar Rp109.200.000. Pelaku juga menjual masker tidak sesuai standar. Harga Rp6 ribu menjadi Rp30 ribu per lusin.

Aksi mereka terungkap berkat kejelian anggota Sat Reskrim Polres Bogor melihat aksi penjual masker dan handsanitizer di kawasan Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (6/3). Sasarannya penonton maupun warga yang hendak berolahraga.     

Hasil penyelidikan kemudian mengungkap adanya barang bukti 232 botol handsanitizer ukuran 250 mililiter, 336 box atau 16.800 lembar masker kesehatan, 950 lusin atau 11.400 masker nonstandar, serta lima karung berisi masker.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mejelaskan pihaknya menangkap pelaku karena menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang.

“Mereka juga melakukan kegiatan usaha perdagangan tanpa izin bidang perdagangan,” tegas Roland, Senin (9/3). Para pelaku dijerat dengan menggunakan Pasal 107 (1) jo Pasal 29 (1) dan atau Pasal 106 jo Pasal 24(1) UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.


Evakuasi

Secara terpisah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengevakuasi sebanyak 11 warga yang diduga terkait virus korona. Evakuasi atau penjemputan terhadap warga dari rumahnya berawal dari konsultasi yang dilakukan bersangkutan melalui nomor darurat Pemprov DKI.

“Sejauh ini sudah 11 warga yang dievakuasi menggunakan ambulans untuk diisolasi,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota, Senin (9/3).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga yang merasa memiliki gejala penyakit mirip korona untuk berkonsultasi melalui nomor darurat. Bila harus diperiksa lebih lanjut, Anies menuturkan jajarannya akan menjemput untuk meminimalisir penularan.

Di Jakarta, rumah sakit (RS) rujukan bagi pasien yang terindikasi positif maupun <i>suspect<p> virus korona akan bertambah menjadi delapan. Sebelumnya tercatat RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, dan RSPAD Gatot Subroto.
 
Selanjutnya diberdayakan enam lagi meliputi RSUP Fatmawati, RSAL Mintoharjo, RS Bhayangkara, RSUD Cengkareng, dan RSUD Pasar Minggu. (DD/Put/J-2)

BERITA TERKAIT