09 March 2020, 23:30 WIB

Jutaan Warga Italia Dilarang Bepergian


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JUTAAN warga di Italia bagian utara kini dilarang bepergian me­nyusul makin merebaknya virus korona di negara tersebut dan jumlah korban meninggal semakin banyak. Kota-kota yang mengalami penutupan itu termasuk Milan dan Venesia. Ini mirip dengan upaya pemerintah Tiongkok menutup Wuhan.

Jumlah orang yang meninggal akibat virus korona di Italia telah melonjak 133 orang dalam sehari menjadi 366 orang. Jumlah total infeksi melonjak 25% menjadi 7.375 dari 5.883.

Angka-angka terbaru tersebut menunjukkan Italia saat ini memiliki jumlah tertinggi infeksi yang dikonfirmasi di luar Tiongkok. Dengan begitu, Italia telah menyusul Korea Selatan yang memiliki jumlah total kasus adalah 7.313.

Kini lebih dari 16 juta orang di Lombardy dan 14 provinsi lainnya memerlukan izin khusus untuk bepergian berdasarkan aturan karantina baru.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte Senin (9/3) mengumumkan penutupan sekolah, tempat olahraga, museum, klub malam dan tempat-tempat lain di seluruh negeri. Pembatasan berlangsung hingga 3 April.

“Kami ingin menjamin kesehatan warga. Kami memahami bahwa langkah-langkah ini butuh pengorbanan,” kata Conte.


Saudi dan Mesir

Penutupan kota untuk mencegah penyebaran virus korona juga dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Tempatnya adalah Provinsi Qatif, penghasil minyak di timur, yang berpenduduk 11 jiwa. Saudi juga menangguhkan semua kegiatan sekolah dan universitas di seluruh negeri.

Saudi sebelumnya mengatakan warga yang terinfeksi Coviod-19 terlacak telah bepergian ke Iran atau melakukan kontak dengan orang-orang yang mengunjungi Iran.

Penutupan Qatif dikhawa­tirkan dapat meningkatkan ketegangan antara Saudi dan Iran. Riyadh mengecam Teheran karena mengizinkan warga negara Saudi masuk selama wabah virus korona merebak di Iran.
Setidaknya telah 195 warga Iran meninggal karena virus. Pemerintah Saudi juga membatasi penyeberangan darat dengan Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain hanya untuk truk komersial dan mengatakan kedatangan penumpang akan terbatas pada tiga bandara Saudi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Mesir mengumumkan kematian seorang warga negara Jerman karena virus korona yang berarti kematian pertama akibat Covid-19 di Mesir.
Pria berusia 60 tahun itu meninggal di di sebuah rumah sakit di Kota Hurghada, Laut Merah.


Kedutaan ditutup

Beberapa kedutaan besar di Korea Utara tutup karena banyak diplomat diterbangkan menyusul karantina ketat yang diberlakukan oleh Pyongyang untuk mencegah penyebaran virus korona.

Aturan tersebut telah menyebabkan ratusan orang asing, termasuk para diplomat, diisolasi di tempat mereka sendiri. Duta Besar Rusia Alexander Matsegora menggambarkan kondisi itu sebagai penghancuran moral karena mereka tidak bisa bepergian.

Pembatasan itu akhirnya berakhir ketika lebih dari 200 orang asing diizinkan mening­galkan komplek mereka. Mereka dievakuasi menggunakan penerbangan khusus ke kota Vladivostok, Rusia. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT