09 March 2020, 23:05 WIB

Kota Kosong di Italia Karena Korona


MI | Internasional

MATAHARI bersinar di alun-alun yang sepi di Milan dan gondola kosong di Venesia. Sementara seperempat populasi Italia mulai terputus dari bagian lain negara itu karena aturan baru yang ketat membatasi pergerakan masuk dan keluar dari zona merah baru.

Sementara orang mengemasi tas dan mengungsi, sebagian besar orang di Italia utara tetap tinggal di rumah mereka dengan adanya pemberlakuan isolasi oleh pemerintah terhadap sekitar 15 juta orang di sana.

Kementerian Dalam Negeri Italia mengatakan siapa pun yang melanggar pemberlakuan karantina berisiko setidaknya tiga bulan penjara atau denda 206 euro (AS$233).

Hanya orang-orang dengan alasan “serius”, seperti masalah pekerjaan atau keluarga yang mendesak, akan diizinkan masuk atau keluar dari zona karantina, yang mencakup Lombardy dan 14 provinsi di empat wilayah lain.

Polisi mengawasi area stasiun kereta untuk memeriksa suhu tubuh orang-orang dan menghentikan semua mobil di jalan-jalan masuk dan keluar untuk memeriksa alasan perjalanan mereka.

Kapal pesiar juga dilarang berlabuh di Venesia dan hanya penumpang yang merupakan penduduk kota itu yang diizinkan turun.

Alitalia, maskapai penerbangan nasional Italia, menangguhkan penerbangan nasional dan internasional ke dan dari bandara Malpensa, Milan, dan hanya mengoperasikan rute domestik dari bandara Linate, Milan.

Pina Antinucci, 60, yang tinggal di Milan, mengatakan menderita mimpi buruk dan merasa negara menyerang warganya dengan kecemasan dan menyebarkan paranoia. “Saya ingin tahu apakah saya terinfeksi,” katanya.

Dengan 366 kematian, Italia telah mencatat kematian terbanyak akibat penyakit Covid-19 di negara mana pun di luar Tiongkok.

Aturan baru itu muncul tak lama setelah berita bahwa jumlah orang yang terinfeksi telah melonjak lebih dari 1.200 dalam periode 24 jam.
Vincenzo Tosetti, seorang aktor berusia 34 tahun dan penduduk Venesia, mengatakan banyak orang yang dikenalnya telah melarikan diri, terutama dari Milan.

“Ini akan menguji kemampuan Italia untuk berperilaku secara bertanggung jawab, dan saya harus mengatakan bahwa sampai sekarang mereka telah gagal. Telah terjadi eksodus,” katanya.

Kota terapung itu juga hampir kosong dari turis, yang merupakan pukulan besar. “Dulu kota ini dilanda banjir. Tapi Venesia sangat rapuh sekarang,” kata penduduk Venesia lainnya, Giancralo, 49.

Kepala wilayah Puglia di Italia selatan meminta kepada siapa pun yang berpikir untuk kembali dari Lombardy dan 11 provinsi lainnya termasuk kota Parma dan Rimini yang diisolasi untuk berhenti dan berbalik.

“Turunlah (dari kereta) di stasiun pertama, jangan membawa epidemi ke Puglia,” katanya di Facebook. (Nur Aivanni/AFP/X-11)

BERITA TERKAIT