09 March 2020, 17:50 WIB

RS Hasan Sadikin Konfirmasi Dua Suspek Covid-19


Bayu Anggoro | Humaniora

RUMAH Sakit Hasan Sadikin (RSHS) mengonfirmasi adanya pasien dalam pengawasan (PDP/suspek korona) baru yang dirawat sejak Minggu (8/3) malam. Keduanya dirujuk dari rumah sakit di Garut dan Cianjur, Jawa Barat.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Medik (RSHS) Zulfayanti saat dikonfirmasi, Senin (9/3). Menurutnya, PDP dari Garut memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri sebelum tiba di Indonesia.

"Dari Garut seorang pria 24 tahun, bekerja di Macau, salah satu daerah yang terjangkit," katanya.

Dia menjelaskan, PDP tersebut masuk ke Indonesia melalui Denpasar- Surabaya-Yogyakarta-Garut melalui darat. "Pasiennya dirujuk dari RSUD Garut tadi malam dengan gejala influenza," katanya.

Sampel darah PDP tersebut sudah diambil dan dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan. "Pasiennya dalam kondisi baik," katanya.

Adapun PDP yang dari Cianjur, menurutnya berjenis kelamin perempuan berusia 77 tahun. Pasien berusia lanjut inipun dalam kondisi yang baik sehingga tidak menggunakan alat bantu pernafasan. "Kondisi keduanya saat ini stabil. Tak menggunakan ventilator," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, dengan masuknya dua PDP baru, total RSHS sudah merawat 11 pasien. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang sehingga dipastikan negatif korona.

"Jadi saat ini yang masih dalam perawatan ada lima," katanya seraya menyebut semuanya sudah diambil sampel darah. Dari kelima pasien itu, menurutnya empat orang dalam kondisi baik.

"Satu menggunakan ventilator. Mengeluh sesak nafas, riwayatnya baru pulang umrah, dia laki-laki," katanya.

Sementara itu, dari kelima pasien tersebut, dua di antaranya memiliki risiko tinggi karena pernah kontak langsung dengan pasien yang positif korona. "Kontak dengan kasus terkonfirmasi positif di Jakarta, dia high risk," katanya.

Namun, menurutnya kondisi kedua pasien itupun dalam kondisi baik. "Kita belum tahu hasilnya, sampelnya masuk tanggal 5 Maret, kita masih nunggu dari Litbangkes Kemenkes," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pemantauan terhadap 533 orang dalam pemantauan (ODP) di seluruh Jawa Barat. Dari jumlah itu, 317 di
antaranya masih dipantau. "216 sudah selesai," katanya. Dia menambahkan, di wilayahnya terdapat 49 PDP. Sebanyak 22 di antaranya sudah dinyatakan negatif dan 27 lainnya masih dalam pengawasan. (OL-13)

Baca Juga: Jokowi Konfirmasi Kasus Virus Korona Pertama di Indonesia

 

BERITA TERKAIT