09 March 2020, 22:45 WIB

Korut Kembali Luncurkan Rudal


MI | Internasional

KOREA Utara Senin (9/3) telah menembakkan beberapa proyektil yang diduga Jepang sebagai rudal balistik ke laut. Ini terjadi seminggu setelah uji coba senjata serupa oleh Pyongyang.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan Korea Utara telah meluncurkan yang diduga sebagai rudal balistik yang dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Peluncuran berulang obyek seperti rudal balistik telah menjadi persoalan serius bagi masyarakat internasional, termasuk negara kita,” kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada parlemen.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa Korea Utara tampaknya telah melakukan latihan menembak bersama yang melibatkan berbagai jenis beberapa peluncur roket.JCS pun menyatakan sangat menyesal atas tindakan Pyongyang.

Rudal itu ditembakkan ke arah timur laut dari provinsi Hamgyong Selatan dan terbang 200 kilometer pada ketinggian maksimum 50 kilometer.

Para analis mengatakan Korut terus memperbaiki kemampuan senjatanya selama perundingan nuklirnya dengan AS macet. Perundingan terhenti sejak gagalnya KTT Hanoi antara Kim Jong Un dan Donald Trump lebih dari setahun lalu.

Dalam pertemuan darurat, menteri keamanan Korea Selatan mengatakan,latihan menembak yang terus dilakukan Korut tidak membantu upaya bagi perdamai­an di semenanjung Korea.

“Tiga proyektil yang ditembakkan dari Transporter Erector Launcher (TEL) tunggal itu akan menjadi tonggak baru untuk program rudal balistik jarak pendek Korea Utara,” kata Ankit Panda dari Federasi Ilmuwan Amerika.

Setelah peluncuran pekan lalu, media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim mengawasi latihan artileri jarak jauh. Militer Korea Selatan mengatakan peluncuran itu tampaknya merupakan dua rudal balistik jarak pendek.

Korea Utara melakukan serangkaian uji coba senjata akhir tahun lalu yang sering digambarkan sebagai sistem peluncuran roket ganda,  (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT