09 March 2020, 16:37 WIB

Penambahan Libur Momentum Daerah Promosi Wisata


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

PEMERINTAH pusat baru saja mengumumkan revisi jadwal hari libur nasional. Jadwal hari libur nasional bertambah empat hari yakni 28-29 Mei, 21 Agustus, dan 30 Oktober sehingga jumlah hari libur nasional menjadi 24 hari.

Penambahan hari libur nasional ini diharapkan menjadi stimulus agar usaha pariwisata bisa meningkat. Karena sektor pariwisata menjadi salah satu yang terpukul akibat merebaknya virus korona.

Ketua Kadin DKI Diana Dewi menanggapi positif kebijakan pemerintah pusat. Sebab, khusus Jakarta konsumsi akan melonjak di akhir pekan.

"Saya menyambut baik. Karena harapannya konsumsi akan meningkat

Sehingga perekonomian di DKI akan berpengaruh karena daya beli sektor konsumsi biasa meningkat pada saat liburan long weekend di bidang yaitu horeka( hotel restaurant dan katering) terjadi lonjakan demand," kata Dewi ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (9/3).

Hal ini juga bisa menjadi momentum pemerintah daerah mempromosikan objek wisata lokal agar bisa menjadi primadona di mata warga Indonesia yang sebagian besar kerap memilih melancong ke luar negeri.

"Ini bisa jadi saatnya pemda untuk menggairahkan potensi wisata lokalnya. Karena itu mereka harus membuat promosi yang sebaik-baiknya serta menata wisatanya agar menarik," ungkapnya.

Menurutnya, jika bisa memberikan kesan yang baik bagi masyarakat, wisata domestik tidak akan dianggap sebelah mata bagi yang terbiasa melancong ke negara lain.

Selain itu, pemda juga harus mempromosikan terkait kemampuannya dalam mengelola risiko. Terlebih lagi saat ini ada kekhawatiran terkait korona.

"Nah, itu juga harus menjadi perhatian bahwa penda juga bisa memberikan rasa aman dengan memperlihatkan bahwa mereka siap mengantisipasi virus korona atau memastikan daerahnya aman," tukasnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT