09 March 2020, 14:14 WIB

Khawatir Ancaman KKB, Ratusan Warga Tembagapura Dievakuasi


Antara | Nusantara

RATUSAN warga Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, harus dievakuasi sementara ke tempat pengungsian yang berlokasi di Gereja Rehobot.

Evakuasi warga disebabkan kekhawatiran terhadap ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayahnya.

"Awan hitam besar berada di area Tembagapura, karena ada sekelompok orang yang mengganggu dan kita akan hadapi," ujar Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, lewat keterangan tertulis, Senin (9/3).

Paulus menyampaikan keprihatinan atas situasi tersebut. Pihaknya berjanji akan menindak tegas perbuatan KKB.

"Sebagai aparat yang bertanggung jawab untuk keselamatan dan keamanan masyrakat, kami akan sungguh-sungguh menindak tegas kelompok KKB," tegas Paulus.

Baca juga: Kontak Senjata dengan Aparat, Satu Anggota KKB Papua Tewas

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pihaknya akan mengantar warga ke keluarga masing-masing di wilayah Timika. Pun, warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan dilayani.

"Setelah aman, kita akan antar kembali ke kampung masing-masing. Dan kembali ke kampung sudah memiliki KTP," imbuh Johannes.

Johannes menjelaskan warga Distrik Tembagapura yang dievakuasi berasal dari Kampung Opitawak, Kimbeli, Banti 1 dan Banti 2. Mereka akan diantar ke Kota Timika dengan menggunakan kendaraan milik TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Hingga Senin (9/3), tercatat 917 warga dari Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, telah dievakuasi ke Kota Timika. Warga yang mengungsi berasal dari empat kampung yakni Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, Kampung Kimbeli dan dari Kampung Banti.(OL-11)

BERITA TERKAIT