09 March 2020, 13:11 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik


Akhmad Safuan | Nusantara

Harga beberapa kebutuhan pokok mulai naik. Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada gula pasir yang mencapai Rp17.000 hingga Rp19.000 per kilogram (kg), tapi juga terjadi pada harga sembako lainnya. Bahkan pembelian gula pasir dibatasi.

Pemantauan Media Indonesia pada Senin (9/3), harga berbagai kebutuhan terutama sembako, yaitu beras, gula, telur, dan minyak goreng juga merangkak naik. Sementara ketersediaan sembako, baik di pedagang eceran maupun distributor masih cukup.

Di beberapa pasar tradisional di pantura, yaitu Pasar Wiradesa (Pekalongan), Weleri (Kendal), Paaar Johar dan Bulu (Semarang, Pasar Sayung (Demak) serta Pasar Kliwon (Kudus) harga beras baik kelas medium rata-rata meningkat Rp1.000-Rp2.500 per kg. Jika sebelumnya berkisar Rp10.000-Rp11.500/kg, naik menjadi Rp11.000-Rp12.500/kg.

Demikian juga harga telur ayam. Sebelumnya Rp24.000 menjadi Rp26.000/kg, kacang tanah dari Rp25.000 menjadi Rp27.000/kg, dan minyak goreng curah Rp11.000/kg menjadi Rp13.000/kg.

Kenaikan harga sembako ini cukup mengejutkan. Bahkan gula pasir yang sebelumnya hanya Rp12.000/kg melonjak jadi Rp17.000-Rp19.000/kg.  Bahkan di beberapa toko modern stok-nya kosong dan di toko klontong terjadi pembatasan pembelian.

"Biasanya saya beli sekitar 5 kilogram gula pasir per hari, tapi sekarang toko hanya bisa jual 2 kilogram per orang," kata Rira, 45, pengusaha kue di Telogosari, Semarang.

Sumarno, pengecer sembako di Semarang mengatakan pihaknya terpaksa melakukan pembatasan pembeliankhusus untuk gula pasir karena stok barang dari distributor juga dibatasi. "Biasanya sehari mendapat lima sak, tapi kini hanya diberi jatah dua sak berbobot 50 kilogram per sak," paparnya.

baca juga: Program Sembako Diharapkan Kerek Ekonomi Daerah

Pedagang sembako di Pasar Sayung, Demak, Sunarti, 49, mengatakan bahwa harga sembalo rata-rata naik Rp1.000-Rp2.500 per kilogram. "Stok gula tersedia tetapi harganya sudah naik dari tingkat distributor. Jadi, kami terpaksa juga menaikkan harga jualnya naik karena dari sananya juga sudah naik," paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo mengatakan naiknya harga gula pasir hingga saat ini terjadi karena keterlambatan giling tebu dan menunggu datangnya pasokan impor gula pasir.

Menurut Kementerian Pertanian adanya keterlambatan giling tebu, lanjut Arif, karena musim kering yang terlalu panjang tahun lalu penjadi penyebabnya. "Harga gula pasir meningkat karena keterlambatan giling tebu itu dan masih menunggu pasokan impor gula pasir yang datang," ujar Arif.

Oleh karena itu, Disprindag Jateng hingga saat ini masih menunggu pasokan impor gula pasir yang akan datang sekitar pertengahan bulan Maret mendatang. "Jika gula sudah masuk nanti harga dipastikan kembali pulih karena stok banyak," tegasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT