09 March 2020, 12:40 WIB

Sikapi Perbedaan, Wapres Minta Masyarakat Lebih Toleran


Emir Chairullah | Humaniora

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta masyarakat Indonesia lebih toleran terhadap perbedaan pandangan. Ma'ruf tidak mempersoalkan adanya perbedaan pendapat terhadap suatu hal yang masih diperdebatkan.

“Kita boleh tidak sependapat, tapi tidak boleh kita menghakimi,” ujar Wapres saat memberikan sambutan dalam Rakornas Ikatan Dai Indonesia di Istana Wapres, Senin (9/3).

Ma'ruf menilai maraknya aksi radikalisme yang bersifat negatif, disebabkan sikap intoleran dari kelompok maupun individu. Kelompok atau individu yang intoleran biasanya sangat fanatik, serta menganggap pandangan kelompok lain salah.

Baca juga: Menag Tekankan Toleransi Beragama

“Mereka ini biasanya menganggap orang lain salah, sesat, bahkan kafir. Akibatnya, sikap intoleran ini mengarah sikap yang radikal,” papar Ma'ruf.

Oleh karena itu, dia berharap para dai di Tanah Air membawa suasana damai dan kondusif melalui ceramah. Wapres juga meminta dakwah yang dibawakan para dai, tidak menggunakan ayat yang berkaitan perang.

“Karena kita kan tidak dalam susanan perang. Memang ada ayat perang, tapi dipakai dalam suasana perang,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan para dai seharusnya membawa pesan dakwah kepada masyarakat, ketimbang menghakimi pihak lain. “Pendakwah bukan hakim yang menghakimi dan memberi vonis,” tutup Ma'ruf.(OL-11)

BERITA TERKAIT