09 March 2020, 11:08 WIB

IHSG Tertekan, Sentimen Korona Masih Berlanjut


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami penurunan 133,94 poin menjadi 5.364,6 pada pembukaan perdagangan Senin (9/3) ini.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 34,25 poin menjadi 852,78. Riset Valbury Sekuritas menilai sentimen virus korona (COVID-19) masih diperhatikan pelaku pasar. Sebab, dapat wabah tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global. Tentunya, itu berdampak pada ekonomi domestik, yang memengaruhi investasi asset berisiko.

"Diperkirakan saham di Bursa Efek Insonesia (BEI) dengan indeks acuan IHSG masih rawan terkoreksi pada pekan ini," bunyi keterangan resmi Valbury Sekuritas, Senin (9/3).

Baca juga: Dampak Korona, BI Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Lebih lanjut, Valbury Sekuritas menyoroti sentimen pasar dalam negeri yang dipengaruh pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa turun sekitar 0,3-0,6%, akibat wabah virus korona yang menekan perekonomian Tiongkok.

Perhitungan dampak tersebut mengacu proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun hingga 1% pada tahun ini. Apabila baseline Indonesia pada 5-5,3%, maka pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan hanya berkisar 4,7-5%.

"Sedangkan perekonomian Tiongkok akan tertekan pada kuartal pertama 2020. Setelah adanya wabah penyakit yang menyerang pernafasan. Padahal kuartal I berkontribusi 30% terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi Tiongkok," lanjut keterangan resmi tersebut.

Di sisi lain, pemerintah juga menunda pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) dalam menyikapi dampak virus korona. Kendati demikian, pemerintah masih mengkaji opsi penundaan tersebut. Pemerintah diketahui tengah menginventarisasi berbagai instrumen kebijakan yang mungkin dapat mengantisipasi perubahan situasi terkait virus korona.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT