09 March 2020, 11:07 WIB

Haedar Nashir: Kontestan Pilkada Harus Bisa Selesaikan Masalah


Ardi Teristi Hardi | Politik dan Hukum

KETUA Umum  Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir berpesan, para kontestan dalam Pilkada harus berkomitmen menyelesaikan persoalan yang ada.

"Mereka hadir dan berkontestasi untuk menyelesaikan masalah bangsa, masalah rakyat. Bukan untuk menambah beban masalah," kata dia di Yogyakarta, Minggu (8/3).

Jika para peserta Pilkada berkomitmen menyelesaikan permasalahan yang ada, ia yakin Pilkada akan membawa kemaslahatan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. nHaedar mengimbau dalam kontestasi apapun, termasuk Pilkada selalu menjunjung tinggi nilai iman dan takwa. Dua hal tersebut pula harus menjadi landasan etika dalam berbangsa dan bernegara.

Ia juga berharap, kontestasi dalam Pilkada serentak dapat benar-benar berjalan sehat dan mengikuti aturan main. Pasalnya, terlalu mahal harganya jika Pilkada berakhir dengan anarki.

"Terlalu mahal harganya bagi Indonesia jika Pilkada berujung pada anarki karena dapat meruntuhkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara," kata dia.

Ia berharap, proses pilkada dapat berkualitas, bukan sekadar demokrasi prosedural. Para kontestan jangan mencederai demokrasi dengan melahirkan kerusuhan, adu domba, fitnah, dan haoks yang dapat merusak keutuhan bangsa.

Di satu sisi, pemenang Pilkada harus dapat mengemban amanah dari rakyat dan tidak perlu pesta pora kemenangan. Dari sisi kontestan yang kalah, lanjut dia, dapat menerima dengan jiwa yang besar dan tidak perlu memunculkan suasana permusuhan. Haedar mengajak masyarakat agar proses Pilkada serentak berlangsung dalam suasana damai. Pilkada menjadi bagian penting dari proses demokrasi untuk mewujudkan cita-cita nasional.

"Kami mengajak masyarkat agar Pilkada serentak ini sebagai usaha kolektif kita sebagai bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional. Yaitu Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," kata dia.

baca juga: Jarak dengan PDIP Halangi Demokrat Masuk Koalisi

Oleh sebab itu, pilkada serentak harus menjadi tonggak baru untuk mewujudkan cita-cita nasional tersebut di daerah masing-masing. Muhammadiyah ingin lewat Pilkada serentak daerah bisa berkembang pesat, daerah berkemajuan. Selain mewujudkan cita-cita nasional, Haedar berpesan Pilkada serentak dapat dilaksanakan dalam suasana damai, kondusif, dan menyebarkan nilai-nilai kabaikan. Setelah era reformasi, Pilkada menjadi proses demokrasi yang sangat dinamis dan sangat terbuka. Proses politik demokrasi ini, lanjut dia, perlu diapresiasi.

"Rakyat mengharapkan, proses pemilihan kepala daerah dapat membawa rakyat hidup rukun, berkemajuan, dan tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam spirit gotong-royong dalam kebhinekaan," kata dia. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT