09 March 2020, 10:00 WIB

Covid-19 Melonjak di Teluk, Saudi Kunci Qatif dan Tutup Sekolah


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Arab Saudi memberlakukan penguncian sementara, di Provinsi Qatif mulai Minggu (8/3). Qatif adalah penghasil minyak di timur dan berpenduduk 11 jiwa. Penguncian ini untuk membendung penyebaran virus korona (COVID-19). Selain itu, Riyadh juga menangguhkan semua kegiatan sekolah dan universitas di seluruh negeri.

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan penguncian di Qatif, yang memiliki populasi Syiah yang besar, setelah empat kasus terakhir dikonfirmasi di negara monarki ini. Penutupan ini diperkirakan tidak akan berdampak pada produksi minyak Saudi.

Televisi pemerintah melaporkan Saudi juga akan menangguhkan semua kegiatan pendidikan dan Al-Quran di masjid mulai Senin (9/3) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, keputusan yang menyangkut Qatif dikhawatirkan dapat membangkitkan kebencian di Qatif. Pasalnya selama ini, hubungan antara pemerintah Saudi yang didominasi Sunni dan kaum minoritas Syiah kurang harmonis. Kelompok minoritas Syiah mengeluhkan diskriminasi dan marginalisasi, tuduhan yang dibantah Riyadh.

Pemerintah Saudi sebelumnya mengatakan mereka yang terinfeksi COVID-19 terlacak telah bepergian ke Iran atau melakukan kontak dengan orang-orang yang mengunjungi negara itu, rumah bagi situs-situs suci Syiah.

Pembatasan Qatif juga dapat meningkatkan ketegangan antara Saudi dan Iran. Riyadh mengecam Teheran pada Kamis lalu karena mengizinkan warga negara Saudi masuk selama wabah virus korona merebak di Iran.

Saudi telah melarang perjalanan ke Iran yang telah melaporkan 194 kematian karena COVID-19. Tindakan hukum akan diambil terhadap warga negara Saudi yang bepergian ke Iran.

Baca juga: Kini Arab Saudi Larang Warganya Umrah

Kementerian Kesehatan Saudi mengatakan orang-orang yang baru didiagnosis COVID-19, tiga di antaranya adalah perempuan diketahui telah melakukan kontak dengan seseorang yang mengidap COVID-19. Orang itu kembali dari Iran melalui Uni Emirat Arab, tapi tidak berterus terang atau mengungkapkan kunjungannya ke pihak berwenang.

Pemerintah Saudi membatasi penyeberangan darat dengan Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain hanya untuk truk komersial pada Minggu dan mengatakan kedatangan penumpang akan terbatas pada tiga bandara Saudi.

Riyadh juga mengatakan pihaknya menangguhkan semua sekolah dan universitas negeri dan swasta di seluruh negeri dari Senin (9/3) sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah-langkah pembelajaran jarak jauh akan dilaksanakan.

Negara-negara Teluk lainnya mencatat infeksi baru pada Minggu. Kuwait melaporkan dua kasus lagi, sehingga totalnya menjadi 64, dan bank sentralnya mengumumkan dana US$32,79 juta untuk mendukung upaya negara memerangi virus.

Sementara itu Qatar mencatat tiga infeksi tambahan, sehingga total yang terinfeksi melonjak dari tiga menjadi 15 orang. (OL-14)

BERITA TERKAIT