09 March 2020, 09:56 WIB

Jumlah Tewas Akibat Covid-19 di Italia Terus Melonjak


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JUMLAH orang yang meninggal akibat virus korona baru (Covid-19) di Italia telah melonjak 133 orang dalam sehari menjadi 366 orang, kata para pejabat setempat.

Jumlah total infeksi melonjak 25% menjadi 7.375 dari 5.883 orang, menurut badan Perlindungan Sipil, seperti dilaporkan BBC, Senin (9/3)

Angka-angka terbaru ini berarti Italia sekarang memiliki jumlah tertinggi infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di luar Tiongkok, tempat wabah itu berasal pada Desember. Negara ini menyalip Korea Selatan yang memiliki total 7.313 kasus.

Lonjakan angka datang ketika jutaan orang berusaha untuk beradaptasi dengan langkah-langkah radikal yang diperkenalkan pada Minggu dalam upaya untuk membendung wabah.

Hingga 16 juta orang di Lombardy dan 14 provinsi memerlukan izin khusus untuk bepergian berdasarkan aturan karantina baru.

Perdana Menteri Giuseppe Conte juga mengumumkan penutupan sekolah, gimnasium, museum, klub malam, dan tempat-tempat lain di seluruh negeri. Tindakan pembatasan akan berlangsung hingga 3 April.

Kepala staf anggkata darat Italia positif

Di antara korban terbaru untuk dinyatakan positif di Italia adalah Kepala Staf Angkatan Darat Salvatore Farina. Ia berkata dia merasa baik dan melakukan isolasi diri sendiri.

Langkah-langkah karantina baru yang ketat memengaruhi seperempat populasi Italia dan berpusat di bagian utara negara yang kaya yang memberdayakan ekonominya.

Sistem kesehatan berada di bawah tekanan besar di Lombardy, wilayah utara 10 juta orang, tempat orang dirawat di koridor rumah sakit.

"Kami ingin menjamin kesehatan warga kami. Kami memahami langkah-langkah ini akan memaksakan pengorbanan, kadang-kadang kecil dan kadang-kadang sangat besar," kata Perdana Menteri Conte ketika ia mengumumkan langkah-langkah itu Sabtu malam lalu. (BBC/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT