09 March 2020, 09:20 WIB

Lupa Warga Miskin, DPRD Suka-Suka Atur Anggaran


(RK/N-2) | Nusantara

TIGA mata anggaran dalam APBD Riau jadi sorotan. Itu karena ketiganya tidak berkaitan dengan pembangunan dan upaya menyejahterakan masyarakat.

Ketiga kegiatan itu ialah pembelian mobil dinas mewah jeep, sedan, mikro bus dengan total Rp10 miliar, belanja kesekretariatan Rp15 miliar, dan kunjungan kerja luar negeri Rp16 miliar. "Ketiganya telah melukai hati rakyat miskin. Anggaran sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Riau yang masih sangat memprihatinkan," ujar Koordinator Divisi Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Taufik, kemarin.

Ia menegaskan ketiga kegiatan itu tidak sepatutnya mendapat anggaran besar karena tidak sesuai dengan kondisi Riau hari ini.

Pengamat sosial Rawa El Amady, yang juga sebagai Direktur Scale Up, juga memprihatinkan atas penganggaran yang tidak berpihak pada rakyat miskin itu. "Sangat miris di tengah kemiskinan masih 7,08% dan jumlah anak yang putus sekolah mencapai 44,36%."

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Riau Tengku Asnof mengatakan pengadaan mobil dinas mewah DPRD Riau telah sesuai peraturan pemerintah. "Mobil untuk operasional unsur pimpinan dewan." (RK/N-2)

BERITA TERKAIT