09 March 2020, 07:16 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Wonogiri


Widjajadi | Nusantara

BANJIR dan longsor melanda sejumlah desa di Wonogiri akibat hujan lebat selama dua hari, sejak Sabtu hingga Minggu (8/3). Satu jembatan di Desa Banaran  putus usai diterjang banjir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto, Minggu malam (8/3) mengatakan hujan deras yang terjadi pada Sabtu dan Minggu  mengakibatkan putusnya jembatan di Dusun Kranding, Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro, karena diterjang luapan sungai desa setempat.

"Jembatan yang menghubungkan Dusun Kranding  dengan Dusun Dung Temu memgalami rusak  berat dan tidak bisa dilalui kendaraan. Kerugian ratusan juta rupiah,," kata Bambang kepada Media Indonesia.

Banjir juga menerjang dua dusun di Desa. bedoyo, sebagai akibat dari tidak mampunya air hujan memasuki luweng yang ada di kawasan itu. Genangan air di Dusun Ngilu Wetan dan Dusun Belik  itu meluas hingga mengakibatkan Jalan Pracimantoro-Bedoyo Wonosari, DIY seperti sungai.  Sedikitnya 7 rumah dan satu masjid kemasukan air setinggi hampir setengah meter.

Luweng yang tersumbat di Desa Joho, Pracimantoro juga mengakibatkan 28 jiwa warga Joho mengungsi, seiring tingginya air yang memasuki belasan rumah.

"Penanganan pemulihan telah dilaksanakan sejak pagi sampai malam oleh para relawan Destana (Desa Tangguh Bencana ) dengan menggunakan dua pompa. Kondisi sekarang berangsur surut dan tidak ada korban jiwa," imbuh Bambang Haryanto.

Bencana banjir dan longsor juga menimpa sejumlah desa di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Nguntoronadi, Eromoko, Giriwoyo, Sidoharjo, Girimarto dan Batuwarno.

Para relawan Destana sejak Sabtu hingga Minggu malam terus bahu membahu mengatasi banjir dan longsor yang terjadi di puluhan desa tersebut. Banyaknya luweng di sejumlah desa yang tidak mampu mengalirkan air hujan di permukaan, membuat banjir menjadi parah, dan berdampak pada tanaman pertanian.

Sedang bencana longsor akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, pada Minggu siang mengakibatkan  tembok rumah  Somowijoyo di Dusun Sukorejo, Rt 01 Rw 10 Desa Sembukan Kec Sidoharjo ambrol, karena diterjang tebing belakang rumah yang roboh.

baca juga: Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Sikka Terus Bertambah

Upaya pemulihan awal sudah dilakukan oleh warga dan relawan Destana. Namun karena malam cuaca tidak memungkinkan, pemulihan dilanjuitkan Senin (9/3). Sementara itu di sejumlah desa di kecamatan Eromoko juga terjadi longsor. Hujan lebat membuat talud jalan di Desa Panekan setinggi 12 meter panjang longsoran sekitar 4 meter. Kondisi  longsoran sudah hampir mencapai badan jalan dan dimungkinkan bisa memutus jalan antar dusun.

Hujan deras yang meluapkan sungai Malangan juga merusak pondasi jembatan Malangan di Desa Baleharjo. Warga terpaksa menutup mulut jembatan  agar tidak dilalui kendaraan bermotor, karena kondisinya   berbahaya.(OL-3)

BERITA TERKAIT