09 March 2020, 06:52 WIB

Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Sikka Terus Bertambah


Antara | Nusantara

DINAS Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan hingga Minggu (8/3) pukul 20.00 Wita,jumlah kasus demam berdarah di kabupaten itu sudah mencapai 1.190 orang dari jumlah sebelumnya hanya 1.145 orang.

"Sampai malam ini jumlahnya sudah meningkat menjadi 1.190 kasus," kata Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus saat dihubungi dari Kupang, Minggu (8/3) malam.
 
Sementara itu jumlah korban yang meninggal akibat DBD di kabupaten itu sudah mencapai 13 orang, dari sebelumnya pada Rabu (4/3) lalu baru 11 orang yang meninggal. 
Mereka yang meninggal kebanyakan anak-anak yang terlambat dibawa ke puskesmas. Ia meminta agar warga yang mengetahui anak atau keluarganya menderita sakit demam atau panas, secepatnya dibawa ke puskesmas agar bisa ditangani.

Saat ini ada 114 orang yang dirawat di tiga rumah sakit di Kabupaten Sikka, yaitu di RSUD TC Hillers, RS Kewapante dan RS Lel. Jumlah pasien DBD yang dirawat mengalami penurunan karena pada pekan sebelumnya jumlah yang dirawat mencapai 200 an orang. Hingga saat ini Pemkab Sikka telah meningkatkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD.

"Kini sudah memasuki KLB tahap keempat sejak Selasa (3/3)," kata Petrus.

baca juga: YCAB Latih Siswa SMK Hadapi Dunia Kerja

Sementara itu data kasus DBD di NTT secara keseluruhan terus meningkat. Tercatat 32 warga NTT meninggal akibat DBD.Jumlah korban yang dirawat saat ini mencapai 2.697 kasus dan tersebar di 20 kabupaten/kota. Dan hanya Sumba Tengah saja yang bebas dari kasus DBD. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT