09 March 2020, 07:50 WIB

Dua Pasien Baru dalam Kondisi Baik


Andhika Prasetyo | Humaniora

KENDATI dinyatakan positif, dua pasien baru korona di Indonesia (kasus 5 dan 6) dalam kondisi stabil. Mereka tidak memerlukan alat bantuan khusus, seperti oksigen atau infus.

"Mereka dalam kesadaran penuh, tidak demam, tidak batuk, dan tidak pilek. Mereka dalam keadaan baik,"  kata juru bicara pemerintah terkait penanganan korona Achmad Yurianto, saat mengumumkan dua kasus korona baru di dalam negeri, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Dengan tambahan itu, lanjutnya, pasien positif pengidap covid-19 di Indonesia mecapai enam orang. Kasus kelima dan keenam itu, tambah Yuri, merupakan bagian dari 23 pasien yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai suspect.

Secara lebih rinci, Yuri menyebut kasus kelima merupakan pria berusia 55 tahun yang masuk ke klaster Jakarta. Artinya, ia berhubungan dengan kasus pertama dan kedua atau warga Jepang pembawa wabah ke Indonesia. Adapun, kasus keenam diimportasi dari Jepang. "Laki-laki 35 tahun itu terkena covid-19 saat bekerja di Diamond Princess," ujarnya.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan, pemerintah telah memeriksa 620 spesimen dari pasien dalam pengawasan (PDP) korona di Indonesia.

Dari jumlah itu, sebanyak 327 spesimen berasal dari orang-orang yang berada di dalam negeri, tepatnya dari 63 rumah sakit di 25 provinsi. Sebanyak 23 pasien dinyatakan suspect.

"Kita akan lakukan serial pemeriksaan sampai tujuh kali. Mudah-mudahan dalam pemeriksaan ke delapan masih negatif. Tetapi, sebagian besar, dalam pemeriksaan ke tujuh, pasien suspect dinyatakan positif," terang Yuri.

Sementara itu, sebanyak tujuh dari 12 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang positif korona dinyatakan sembuh.

"12 WNI tersebut tersebar di Jepang, Singapura, dan Taiwan. Tujuh yang dinyatakan sembuh bermukim di dua negara, yakni enam di Jepang dan satu di Singapura," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, saat ditemui di Jakarta.

Menurutnya, potensi seseorang untuk sembuh akibat penyakit yang disebabkan covid-19 tinggi, asalkan ditangani cepat. Sebab itu, pihaknya terus memantau perkembangan WNI di luar negeri. Misalnya, satu kasus baru di Singapura, Sabtu (7/3).

"Baru-baru ini dari Singapura ada muncul klaster baru, Klaster Jurong. Satu dari beberapa yang positif dari Indonesia," terang Retno.

Retno menyebut covid-19 telah menyebar ke 93 negara. Lima di antaranya negara baru yang mengonfirmasi kasus pertamanya, yakni Kolombia, Vatikan, Peru, Serbia dan Togo. (Pra/Tri/X-7)

BERITA TERKAIT