08 March 2020, 23:05 WIB

Mentri LHK Kunjungi Kebon Kongok dan Tengok Pengolahan JOSS


mediaindonesia.com | Humaniora

Rombongan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Kebun Kongok, Desa Taman Ayu, Lombok Barat. Kunjungan tersebut untuk menengok salah satu upaya PLN lewat anak perusahaanya yakni Indonesia Power yang bertekad untuk mendukung program pemerintah untuk memerangi sampah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jerangjang.

PLTU Jeranjang, Lombok Barat, memaksimalkan pemanfaatan sampah di TPA Kebon Kongok untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit. Sebelum digunakan sebagai bahan bakar pembangkit, sampah tersebut diolah terlebih dulu menjadi pelet. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS).

Disambut dengan hangat oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah beserta para jajaranmya dan Direktur Utama Indonesia Power M Ahsin Sidqi, Menteri LHK Siti diajak untuk melihat proses pengolahan sampah menjadi energi.

M Ahsin menjelaskan secara detail bagaimana cara pengolahan sampah menjadi energi. "Nantinya sampah yang ada di TPA Kebon Kongok ini kita peuyeumisasi untuk dijadikan pelet, pelet ini selain bisa untuk menggantikan batu bara bisa juga untuk dipergunakan untuk masyarakat," ujar Ahsin.

Ahsin juga menjelaskan Jika menggunaan batubara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batubara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3%, maka dibutuhkan 600 kilogram pelet setiap jam sebagai pengganti batubara. Selain itu, mesin-mesin yang digunakan untuk membuat pelet merupakan bagian dari program CSR PLN.

Setelah melihat dari demo mesin pembuat pelet, Siti Nurbaya berpesan agar program ini harus diterapkan dan diaplikasikan di seluruh Indonesia. "Program ini sangat bagus untuk mendukung program pemerintah yang sedang gencar melawan sampah pelastik dan juga untuk membangun sektor energi dari energi baru dan terbarukan. Terimakasih kepada pemprov, PLN, dan Indonesia Power yang sudah berjuang. Saya harap program ini bisa mengurangi sampah khusunya di wilayah lombok barat ini", tutur Menteri Siti.

Acara dilanjutkan dengan proses penanaman pohon bersama. Pohon Klucung dan Pohon Raju Mas dipilih karna merupakan pohon endemik dari Pulau Lombok. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT