08 March 2020, 23:04 WIB

Peritel Tidak Masalah Ada Tambahan Hari Libur


Hilda Julaika | Ekonomi

Pemerintah tengah berencana melakukan penambahan hari cuti nasional sebanyak 3 hari. Keputusan ini memang belum bersifat final serta masih akan dikaji oleh beberapa kementerian dan lembaga (K/L) terkait. Rencananya Senin (9/3) pemerintah akan mematangkan rencana itu.

Menanggapi rencana itu ,  Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan pelaku usaha ritel tak terdampak buruk. Justru menurutnya toko perbelanjaan akan ramai di hari libur ini.

“Ya kalau usaha ritel itu gak ada masalah. Tambah ramai pusat belanja seharusnya,” celetuknya kepada Media Indonesia, Minggu (8/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat hari libur umumnya tempat perbelanjaan akan ramai dikunjungi oleh pembeli. Pada saat seperti itu  penjual di sektor ritel akan memiliki produktivitas yang tinggi. Karena dihitung berdasarkan peningkatan pengunjung dan pembelian, ada potensi adanya peningkatan omzet.

Pengetatan di Bandara, 4 WNA Korsel dan 2 WNA Tiongkok Tertahan

Di satu sisi, pihaknya membenarkan akan ada waktu tambahan untuk tenaga kerja bekerja di waktu libur ini.
Menurutnya tak masalah bila harus mengeluarkan kompensasi lebih bagi pekerja. Sebab  bila pengunjung ramai dan terjadi peningkatan omzet,  maka kompensasi tambahan untuk membayar tenaga kerja bisa dilakukan.

“Memang di satu sisi bisa tinggal giliran off-nya saja pekerjanya. Tapi di satu sisi jika bisa menaikan omzet ya tidak masalah. Sampai dengan misalnya pas hari libur itu Sabtu-Minggu kita kan lebih senang. Kalau Sabtu-Minggukan omzet lebih baik,” ungkapnya. (Hld/E-1)

BERITA TERKAIT