09 March 2020, 07:30 WIB

E-Commerce Ikut Terdampak Virus Korona


(Gan/S-3) | Ekonomi

PENYEBARAN virus korona jenis baru (covid-19) bakal turut memengaruhi transaksi perdagangan e-commerce di Tanah Air. Ini lantaran kondisi pabrik-pabrik di Tiongkok belum pulih secara 100% meski sudah kembali beroperasi.

"Supply bahan baku mentah atau setengah jadi dari Tiongkok belum normal. Itu sudah terasa pada kelangkaan alat kesehatan berupa masker dan hand sanitizer. Dampak ekonomi itu akan dirasakan pelaku usaha e-commerce," kata pengamat ekonomi, Josua Pardede, akhir pekan lalu.

Hal sama diutarakan Direktur Center of Reform on Economic Piter Abdullah. "Mata rantainya ialah impor dari Tiongkok menurun, supply ekonomi menurun, pengaruhnya income turun dan daya beli masyarakat ikut turun."

Public Relations Shopee Indonesia Aditya Maulana Noverdi mengakui dalam layanan penjualan internasional, ada kekhawatiran masyarakat atas kemungkinan transmisi korona melalui pengiriman objek, terlebih untuk barang dari luar negeri atau Tiongkok. Namun, menurut WHO, aman untuk menerima surat atau paket dari Tiongkok.

"Orang yang menerima paket dari Tiongkok tidak berisiko tertular virus korona. Pasalnya, virus korona tidak bertahan lama pada objek, seperti surat atau paket," kata dia melalui keterangan resminya.

Shopee juga memastikan semua staf dan gudang di Tiongkok terlindungi dari virus. "Gudang transit kami diberi disinfektan dua kali sehari. Suhu tubuh karyawan diperiksa sebelum memasuki gudang, bahkan memakai masker dan membersihkan tangan sebelum memegang paket pesanan." (Gan/S-3)

BERITA TERKAIT