09 March 2020, 06:30 WIB

Himbara Beraksi Cegah Virus Korona Meluas


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Perusahaan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, Mandiri, BTN, dan BRI dan beberapa perusahaan BUMN lainnya turut berpartisipasi mencegah merebaknya wabah covid-19 (virus korona).

Perbankan pelat merah tersebut mendistribusikan 161 ribu masker bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Hong Kong, Korea, Singapura, dan Taiwan. Bank Himbara juga telah menuntaskan stress test guna mengukur besaran dampak virus korona di semua sektor industri.

"Kami juga melakukan pengkajian kebijakan-kebijakan yang dirilis oleh pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan," tutur Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo melalui keterangan resmi, kemarin.

BNI juga mulai menjajal peluang baru dengan mengajak 30 pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra binaan. Para pelaku UMKM juga diseleksi untuk tampil dalam Pameran New York Now di Amerika Serikat nanti.

Sementara itu, Bank Mandiri menerapkan pelbagai protokol khusus untuk mencegah penyebaran virus korona di lingkungan internal mereka. Itu telah diterapkan di berbagai titik kantor utama dan cabang di seluruh Indonesia.

Corporate Secretary of Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan protokol dibuat perseroan dari analisis dampak penyebaran virus korona pada dunia bisnis dan operasional Bank Mandiri.

Bank BRI juga menerapkan prosedur thermal screening dan penggunaan hand sanitizer untuk semua pengunjung kantor pusat BRI di Jakarta.

Corporate Secretary of Bank BRI Amam Sukriyanto menyebutkan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata pencegahan menyebarnya virus korona. Selain itu, perseroan menerapkan anjuran 10 Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Anjuran Germas itu meliputi makan dengan gizi seimbang, rajin berolahrga, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, mengenakan masker bila batuk, mengonsumsi makanan yang dimasak sempurna, bila demam segera pergi ke fasilitas kesehatan, berdoa, dan minum air mineral delapan gelas per hari.

"Serta disarankan untuk mengunjungi klinik atau pusat fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala sakit. Anjuran Germas ini telah disosialisasikan ke seluruh unit kerja BRI," pungkas Amam.

Belum terdampak

Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai dampak virus korona tidak terlalu signifikan pada sektor perbankan. Karena itu, menurut dia, rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) akan tetap terjaga dan terkendali.

Itu disebabkan BI dan OJK telah membuat pelbagai kebijakan yang mampu mendorong sektor perbankan tetap berdaya di tengah ketidakpastian dari virus korona.

Seperti diketahui, BI telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menopang sektor riil melalui penurunan giro wajib minimum (GWM) 50 basis points, kebijakan triple intervension di pasar spot, DNDF, dan SBN untuk meyakinkan pasar, termasuk penurunan GWM perbankan menjadi 4% demi meningkatkan likuiditas.

Kebijakan BI menurunkan GWM valas bagi bank umum konvensional, kata Josua, akan menambah likuiditas valas di kisaran US$3,2 miliar. Dengan begitu, likuiditas dolar AS akan tetap terjaga demi menjaga nilai tukar rupiah di pasar uang. (E-3)

BERITA TERKAIT