08 March 2020, 22:14 WIB

Masyarakat Diminta Bijak Cerna Informasi soal Korona


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meminta masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi mengenai virus Korona. Pasalnya, banyak informasi hoaks yang bersumber dari media sosial.

"Seperti kita tahu bahwa ketika semua informasi kita dapat di media sosial, yang tidak bersumber dari media mainstream, maka itu akan mendatangkan malapetaka yang luar biasa bagi kita,” ujar Ngabalin dalam diskusi bertajuk Korona: Ga Perlu Panik, Ga Usah Gimik, Jakarta, Minggu (8/3).

 

Baca juga: Wapres Didorong Pimpin Penanganan Wabah Korona

 

Ia pun meminta masyarakat untuk memantau informasi resmi dari pemerintah melalui media televisi, radio, cetak, maupun media daring.

"Kita sedang amat serius menghadapi virus Covid-19, sehingga jangan ada orang menggunakan kepentingan ini untuk menaikkan citra mereka dan lain-lain dan menuduh pemerintah dengan permainan kata yang sangat menjijikan. Tidak boleh," ucapnya.

"Kemarin beliau (Jokowi) mengundang kami tanggal 4 hari Rabu dari protokol istana, yang mau saya sampaikan adalah bahwa pemerintah tidak menutup-nutupi informasi mengenai Covid-19," imbuhnya.

Dia menyatakan, pemerintah terus menjalin kerja sama dengan media mainstream untuk menyebarkan informasi yang akurat.

"Harus disampaikan ke khalayak ramai bahwa corona ini, pertama kali di Indonesia. Kemudian kita menghadapi informasi ini banyak sekali datang dari media sosial. Pemerintah sudah membentuk protokol informasi, protokol kesehatan supaya informasi keluar dari satu sumber," ungkapnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT