09 March 2020, 03:25 WIB

Pelesiran Berubah Kesengsaraan


MI | Internasional

SEHARUSNYA menjadi pelesiran dan pelayaran santai dengan banyak waktu untuk membaca, menikmati pemandangan, dan menyesap minuman ringan.

Tapi, liburan impian Carolyn Wright ke Hawaii di Grand Princess dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk setelah kapal itu terdampar di lepas pantai San Francisco menyusul wabah virus korona baru (covid-19) di kapal.

"Setiap pagi kapten berharap untuk memberi tahu kami di mana kami akan mendarat dan kapan kami akan mendarat, dan tentu saja hari itu berlalu dan tidak ada berita," kata pria berusia 63 tahun dari New Mexico kepada AFP Sabtu, tiga hari setelah penumpang dikurung di kabin mereka.

Meskipun para penumpang pada awalnya tidak panik ketika mengetahui kondisi kapal mungkin menderita infeksi covid-19 yang parah, suasana hati memburuk ketika Grand Princess hanya diam di lepas pantai menyusul berita 21 dari 45 orang yang dites terinfeksi virus.

Wright mengatakan butuh waktu terlalu lama bagi pihak berwenang untuk memutuskan tempat harus menambatkan kapal dan apa yang harus dilakukan dengan penumpang dan kru.

"Dia perlu mengeluarkan kami dari kapal ini," ujar Wright, merujuk pada Wakil Presiden AS Mike Pence, yang telah bertanggung jawab penanggulangan wabah covid-19. "Kami bukan korban wabah."

Wright dan teman seperjalanannya cukup beruntung memiliki jendela di kamar mereka, banyak dari 2.422 penumpang tidak memiliki kemewahan itu.

Liburan menyedihkan

Setelah pengalamannya di Grand Princess, Wright tidak yakin akan melanjutkan pelayaran lain Agustus mendatang. "Perjalanan ini menyedihkan," ujarnya. "Ini benar-benar liburan terburuk yang pernah aku alami."

Pemilik kapal mengatakan Sabtu pelayaran akan berlabuh di Oakland. Kapal itu akan mulai menurunkan para tamu yang membutuhkan perawatan medis akut dan rawat inap mulai Senin (9/3), kata perusahaan wisata Princess Cruises.

Instruksi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah menunda rencana sebelumnya untuk kedatangan kapal pada Minggu, perusahaan menambahkan.

"Para tamu yang merupakan penduduk California akan dibawa ke fasilitas yang dioperasikan pemerintah federal di California untuk pengujian dan isolasi, sementara warga non-California akan diangkut pemerintah federal ke fasilitas di negara bagian lain." perusahaan menambahkan. (AFP/Haufan Hasyim Salengke/I-1)

BERITA TERKAIT