09 March 2020, 02:30 WIB

Mentan Desak Produsen Hasilkan Pupuk Berkualitas


MI | Ekonomi

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo  meminta perusahaan-perusahaan pupuk untuk memproduksi pupuk-pupuk subsidi maupun non-subsidi yang berkualitas agar hasil panen para petani semakin baik dan dapat menembus pasar ekspor.

“Memang pupuk menjadi salah satu solusi, karena pupuk itu adalah cara-cara bertani yang modern. Kita berharap dengan pupuk yang seimbang, pupuk dengan hasil riset yang terbaik, pupuk yang telah diolah dengan berbagai perencanaan yang telah terstruktur dengan baik, akan menghasilkan panen-panen pertanian yang lebih besar,” ujar Mentan dalam acara Kujang Festival yang digelar PT Pupuk Kujang di Cikampek, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (7/3).

Syahrul juga meminta kepada seluruh perusahaan pupuk yang ada agar mempersiapkan produk pupuk unggulan mereka masing-masing. Dengan begitu diharapkan industri pertanian dalam negeri bisa meningkatkan jumlah produksi mereka untuk penuhi kecukupan konsumsi dalam negeri dan kebutuhan ekspor.

“Tadi ada beberapa tempat yang saya lihat jagungnya begitu besar. Ini tentu karena pupuknya benar. Kita bisa melihat kopi yang begitu enak, kopi itu juga hampir ada di semua tempat. Paprika di Lembang itu sebenarnya memberikan contoh bagaimana sebenarnya rakyat bisa hidup lebih baik,” tuturnya.

Menurut Syahrul, pupuk berkualitas dapat menopang industri pertanian sehingga menghasilkan produk berkualitas. Dia mencontohkan saat ini harga komoditas biji kopi di Eropa sangat tinggi mencapai Rp240.000 per kilogram (kg). Namun hanya produk kopi berkualitas yang dapat menembus pasar Eropa tersebut.

Di sisi lain, saat ini serapan pupuk subsidi tergolong rendah. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian mencatat hingga awal Maret ini serapan pupuk bersubsidi untuk petani mencapai 21% atau sekitar 1,66 juta ton dari total alokasi tahun 2020 sebesar 7,9 juta ton.

“Saat ini serapan pupuk masih 21%. Itu masih sedikit. Idealnya sampai bulan Maret ini harusnya mencapai 30% atau 2.293.833 ton,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy melalui keterangan resmi di Jakarta, kemarin. (Uta/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT