09 March 2020, 02:00 WIB

PLTBg Tekan Biaya Produksi PTPN V


MI | Ekonomi

PEMBANGKIT  listrik tenaga biogas (PLTBg) yang dibangun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V sejak 2017 telah berhasil menyalurkan 700 KW listrik untuk mendukung operasional Pabrik Palm Kernel Oil Tandun, milik PTPN V.

PLTBg yang terletak di Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, itu diresmikan operasinya oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro, pada Jumat (6/3) lalu. PLTBg dibangun dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja negara senilai Rp27 miliar.

Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa mengatakan meski produktivitas sudah relatif tinggi, perusahaan menghadapi masalah klasik yakni biaya produksi yang tinggi.

“Maka kami menggunakan inovasi teknologi untuk meningkatkan operating excellent dan memanfaatkan nilai ekonomi dari sawit, di antaranya limbah yang masih memiliki manfaat ekonomi,” ucap Jatmiko.

Menurut Jatmiko, dengan memanfaatkan limbah untuk menghasilkan listrik, PTPN V dapat menekan biaya produksi sehingga mampu membeli tandan buah sawit petani plasma dengan harga lebih baik.

Jatmiko melanjutkan bahwa penggunaan listrik dari gas metan limbah cair kelapa sawit membuat PTPN V mampu menghemat hingga Rp6 miliar per tahun dari satu pembangkit berkapasitas 700 KW. “Efisiensi (biaya operasional) bisa Rp6 miliar,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Bambang menyebutkan ketersediaan listrik secara mandiri oleh PTPN V selaras dengan konsep circular economy.
“PTPN V dapat menekan biaya produksi, sementara limbah dapat diatasi sehingga daya beli tandan buah segar juga meningkat”, ungkapnya.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan target biogas pada bauran energi EBT 23% pada 2020 adalah sekitar 489,8 juta m3. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT