09 March 2020, 00:30 WIB

Konstruksi MRT Fase 2A Dipercepat


MI | Megapolitan

PT MRT Jakarta berencana mempercepat pengerjaan konstruksi Fase 2A. Fase itu akan melanjutkan rute koridor selatan-utara yang sudah selesai dan beroperasi, yakni Lebak Bulus-Bundaran HI sampai ke Kota.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, menyebut percepatan itu untuk mengantisipasi potensi pelambatan pekerjaan sebagai dampak merebaknya virus korona yang bukan hanya di Indonesia tetapi juga di  Jepang, negara asal teknologi MRT.

“Kita mungkin ada penambahan sumber daya dan perlengkapan. Harus bekerja lebih keras,” kata Silvia, kemarin.

Menurut dia, sejauh ini belum ada gangguan dalam pengerjaan proyek MRT Fase 2A. Namun, diperkirakan pelambatan bisa terjadi jika beberapa negara termasuk Indonesia belum bisa menjinakkan virus korona. “Kalau begini terus-terusan pasti ada dampak ya. Kalau saya bilang tidak ada dampak, bohong itu berarti. Pasti ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh stasiun yang ada di fase 2A berada di dalam tanah. Untuk tahap pertama, rute yang akan dibangun adalah paket dua stasiun, yakni Stasiun Sarinah dan Stasiun Monas.

Pembangunan dua stasiun ini akan menggunakan dua mesin bor. Mesin bor raksasa atau yang disebut tunnel boring machine (TBM) itu baru akan bekerja pada kuartal pertama tahun depan.  “Total ada enam bor. Karena proyek dibagi tiga paket.
Sehingga masing-masing paket akan dipakai dua mata bor,” tandasnya. (Put/J-3)

BERITA TERKAIT