08 March 2020, 18:29 WIB

Ahok Bakal Pimpin Ibu Kota Baru, Ngabalin: Jangan Dipersoalkan


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menilai pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, merupakan hak prerogatif Kepala Negara.

Ngabalin pun meminta masyarakat untuk tidak meributkan keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo secara berlebihan.

"Kalau nanti Bapak Presiden tunjuk Ahok menjadi CEO untuk Ibu Kota Baru, apanya yang jadi masalah?," pungkas Ngabalin dalam suatu diskusi di Jakarta, Minggu (8/3).

Baca juga: Jokowi Sudah Punya Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Menurutnya, Ahok merupakan salah satu anak bangsa yang berprestasi. Selain itu, Ahok dinilai mempunyai kemampuan yang bagus dalam memimpin.

"Kalau dia punya kemampuan, punya leadership, punya manajemen yang bagus, kalau dia memberikan perhatian full terhadap kepercayaan amanah yang diberikan untuk menjadi CEO Ibu Kota Baru," tutur Ngabalin.

Dia mengimbau masyarakat tidak mempersoalkan nama Ahok yang masuk dalam bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. Serta, masyarakat diminta tidak mengaitkan kasus tertentu dalam pencalonan Ahok.

Baca juga: Ketua Badan Otorita Harus Berkualitas

"Kalau nanti Presiden memilih Ahok kenapa ente yang sakit. Kenapa ente yang punya badan gatal-gatal, kenapa ente yang kena asam lambung. Jangan dong, segera move on. Jangan jadi orang yang tidak waras melihat masalah bangsa," tegasnya.

Selain Ahok, sejumlah nama yang masuk bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, yaitu Bambang Brodjonegoro yang menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tumiyana selaku Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero), dan Abdullah Azwar Anas yang saat ini menjadi Bupati Banyuwangi.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT